Berita

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich/Net

Dunia

Menkeu Israel Ragukan Ambisi Netanyahu Menang Perang Gaza

MINGGU, 10 AGUSTUS 2025 | 13:39 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Menteri Keuangan Israel Bezalel Smotrich menyatakan bahwa ia meragukan ambisi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk memenangkan perang Gaza.

"Dalam rapat kabinet terakhir (Jumat dini hari), saya kehilangan keyakinan bahwa Perdana Menteri mampu dan ingin memimpin tentara Israel menuju kemenangan yang menentukan," ujar Smotrich, seperti dimuat Times of Israel pada Minggu, 10 Agustus 2025.

Smotrich menuduh Netanyahu telah meninggalkan rencana kemenangan yang sebelumnya mereka diskusikan bersama, dan justru memilih strategi setengah hati yang berisiko hanya menghasilkan kesepakatan penyanderaan parsial dengan Hamas.


“Saya merasa hati nurani saya tidak mengizinkan saya mendukung keputusan ini. Untuk pertama kalinya sejak perang dimulai, saya tidak dapat berdiri di belakang perdana menteri,” tegasnya.

Menurutnya, strategi yang dipilih Netanyahu yakni mengambil alih Kota Gaza tanpa target kemenangan total, memberi Hamas celah untuk pulih dan mempersenjatai diri kembali.

Ia menilai, ketika IDF (militer Israel) dipaksa mengejar kesepakatan parsial, pasukan akan bertindak setengah hati sehingga mengorbankan nyawa tentara serta memicu kecaman internasional.

“Pendekatan ini adalah kebodohan yang tidak bermoral dan tidak logis,” ujarnya, seraya menyerukan agar Netanyahu mengubah arah dan menargetkan kemenangan penuh, termasuk pembebasan semua sandera sekaligus. 

Smotrich juga mengusulkan aneksasi sebagian besar Jalur Gaza dan membuka peluang migrasi sukarela dari wilayah itu.

Kabinet keamanan Israel pada Kamis malam menyetujui rencana Netanyahu untuk merebut Kota Gaza, meski mendapat penolakan dari Smotrich, Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben Gvir, dan Kepala Staf IDF Eyal Zamir. 

Pihak militer memperingatkan bahwa operasi tersebut membahayakan sandera yang tersisa dan berpotensi memicu bencana kemanusiaan.

Keluarga sandera pun menentang keras rencana itu, khawatir keselamatan orang yang mereka cintai terancam. Ribuan orang turun ke jalan di Tel Aviv dalam protes besar pada Kamis dan Sabtu malam, memblokir jalan dan bentrok dengan polisi.

Saat ini, kelompok Hamas diyakini masih menyandera 50 orang, termasuk jenazah korban serangan 7 Oktober 2023. Sekitar 20 orang diyakini masih hidup, dengan kondisi dua di antaranya menjadi kekhawatiran serius pemerintah Israel.

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Penegakan Hukum Sengketa Perubahan Legalitas Soksi Tak Boleh Tebang Pilih

Senin, 18 Mei 2026 | 00:23

MUI Lega Sidang Isbat Iduladha Tak Munculkan Perbedaan

Senin, 18 Mei 2026 | 00:04

Rombongan Trump Buang Semua Barang China, Pengamat: Perang Intelijen Masuk Level Paranoia Strategis

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34

GEM Kembangkan Ekosistem Industri Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13

Data Besar, Nasib Berceceran

Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00

Bobotoh Penuhi Jalanan Kota Bandung, Otw Hattrick Juara!

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40

Relawan: Maksud Prabowo Soal Warga Desa Tak Pakai Dolar Baik

Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12

Bagaimana Nasib Jakarta Setelah Putusan MK?

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44

Teguh Santosa: Indonesia Tidak Bisa Berharap pada Kebaikan Negara Lain

Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00

BNI: Kemenangan Leo-Daniel Hadiah Istimewa untuk Rakyat Indonesia

Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41

Selengkapnya