Berita

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Israel Ancam Hentikan Kerja Sama Keamanan Jika Inggris Akui Palestina

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 17:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Israel tengah mempertimbangkan untuk menghentikan kerja sama keamanan dan intelijen dengan Inggris jika London secara sepihak mengakui negara Palestina pada bulan September mendatang.

"London perlu berhati-hati karena Bibi (Perdana Menteri Benjamin Netanyahu) dan para menterinya memiliki kartu yang bisa mereka mainkan juga," ujar seorang sumber diplomatik kepada The Times of Israel pada Jumat, 8 Agustus 2025.

"Israel menghargai kemitraannya dengan Inggris, tetapi keputusan baru-baru ini menunjukkan bahwa Israel berada di bawah tekanan dan Inggris akan kehilangan banyak hal jika pemerintah Israel memutuskan untuk mengambil langkah-langkah sebagai tanggapan," tambahnya. 


Menurut laporan tersebut, kerja sama keamanan antara Israel dan Inggris selama ini mencakup pertukaran intelijen yang krusial, termasuk informasi dari badan intelijen Mossad kepada mitranya di Inggris yang berhasil menggagalkan rencana teror terkait Iran di Kedutaan Besar Israel di London awal tahun ini. 

Selain itu, Inggris dilaporkan telah menggunakan teknologi dan peralatan militer buatan Israel dalam operasi militer mereka di Irak dan Afghanistan.

Pernyataan Israel muncul di tengah meningkatnya tekanan internasional terhadap Israel untuk menghentikan operasi militernya di Jalur Gaza, yang telah berlangsung berbulan-bulan melawan Hamas. 

Inggris telah menyatakan bahwa mereka akan mengakui negara Palestina jika Israel tidak menyetujui kesepakatan gencatan senjata yang komprehensif.

Para analis menilai, jika Israel benar-benar menghentikan kerja sama tersebut, dampaknya akan signifikan bagi keduanya khususnya dalam hal keamanan regional dan upaya kontra-terorisme.

"Langkah kontraproduktif ini tentu saja tidak akan berkontribusi untuk memperdalam hubungan yang saling menguntungkan antara Israel dan mereka yang memajukan agenda tidak beritikad baik ini," kata seorang pejabat Kedutaan Besar Israel di London, merujuk pada potensi pengakuan Palestina oleh pemerintah Inggris.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari pemerintah Israel mengenai keputusan akhir terkait hubungan keamanan dengan Inggris. 

Sementara itu, tekanan terhadap Israel dari komunitas internasional terus meningkat, dengan beberapa negara Eropa lainnya juga mempertimbangkan langkah serupa untuk mengakui Palestina secara diplomatik.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

Prabowo Diminta Tindak Tegas Kelompok yang Masih Persoalkan Hasil Pilpres 2024

Selasa, 22 September 2026 | 23:16

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Nasib Pengalihan Utang Whoosh Tak Jelas, Ini Penjelasan Wamenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 22:20

Ombudsman Soroti Masa Sanggah Data Rumah Rusak Gempa NTT Terlalu Singkat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:55

KPK Dalami Pengurusan HGB PT Bela Parahiyangan hingga ke Pusat

Jumat, 02 Oktober 2026 | 21:36

Rafyq Pandjaitan Terpilih Ketua KWP, Ariawan Titip Pesan Ini

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:50

KBRI Singapura Tak Punya Dokumen Pendidikan Gibran

Jumat, 02 Oktober 2026 | 20:20

Jenderal Sigit jadi Bidak Benteng dalam Catur Pemerintahan Prabowo

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:57

Hatta Rajasa Pastikan Wantimpres Beri Nasihat Berkualitas untuk Presiden

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:44

Kapolri Berganti, Jenderal Sigit Serahkan Panji Tribrata ke Jenderal Suyudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:40

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Bersama UI, Peradi Profesional Bidik Pendidikan Advokat Lebih Berkualitas

Jumat, 02 Oktober 2026 | 18:51

Selengkapnya