Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Jangan Jadikan Amnesti dan Abolisi Alat Tukar Kepentingan

KAMIS, 07 AGUSTUS 2025 | 11:07 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Keputusan Presiden Prabowo Subianto memberikan abolisi kepada mantan Menteri Perdagangan Tom Lembong dan amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto dinilai sebagai langkah simbolik yang kuat untuk merawat persatuan bangsa. 

Namun Anggota Dewan Pakar DPP Partai Nasdem, Mohsen Hasan A, menyerukan agar masyarakat sipil tetap kritis terhadap proses yang berlangsung.

“Namun, selama niat dan prosesnya mengedepankan kepentingan bangsa, dan bukan kepentingan segelintir elite, maka kebijakan ini patut diapresiasi,” ujar Mohsen dalam keterangannya, Kamis, 7 Agustus 2025.


Meski demikian, Mohsen mengingatkan bahwa abolisi dan amnesti tidak boleh menjadi instrumen impunitas atau bentuk tukar-menukar kepentingan di antara elite kekuasaan.

“Harus ada transparansi atas kasus yang menimpa Tom dan Hasto, sehingga publik tidak merasa kecerdasan politik ini dibangun di atas kabut transaksi kekuasaan,” tegasnya.

Mohsen menambahkan, Presiden Prabowo tampaknya memahami bahwa konflik politik yang terus berlarut hanya akan menjadi hambatan bagi agenda-agenda besar bangsa di masa depan.

“Prabowo tampaknya menyadari bahwa konflik politik yang dibiarkan berlarut hanya akan merugikan agenda besar Indonesia ke depan, mulai dari pertahanan, ekonomi, sampai transformasi sosial,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya