Berita

Mantan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI Jakarta, Tobaristani/Ist

Nusantara

Bakesbangpol Jakarta Kena Sentil Imbas FKDM jadi Bancakan Politik

KAMIS, 07 AGUSTUS 2025 | 02:45 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Tokoh masyarakat Jakarta yang juga mantan Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) Provinsi DKI Jakarta, Tobaristani, buka suara soal dugaan masuknya politisi dan mantan caleg ke dalam Tim Seleksi FKDM se-DKI. 

Ia menilai langkah itu sebagai bentuk penyimpangan yang bisa merusak fungsi FKDM sebagai forum deteksi dini kerawanan sosial di ibu kota.

"Saya tegaskan, FKDM itu bukan alat partai. Ini forum masyarakat, bukan bancakan politik. Kalau sudah begini, publik wajar curiga," kata Tobaristani di Jakarta, Kamis, 7 Agustus 2025.


Tobaristani menyayangkan keputusan Kepala Bakesbangpol DKI Jakarta yang menerbitkan SK Nomor e-0106 Tahun 2025. Ia menilai penyusunan tim seleksi tersebut minim transparansi dan tidak melibatkan tokoh masyarakat secara layak.

“Yang kami dengar, banyak tokoh masyarakat dan akademisi yang justru didepak, diganti dengan orang-orang yang punya latar belakang partai. Ini jelas mencoreng prinsip independensi dan netralitas FKDM,” ungkapnya.

Menurut Tobaristani, keanggotaan FKDM seharusnya bersih dari kepentingan politik praktis. Hal ini sudah diatur dalam Permendagri No. 2 Tahun 2018 dan Pergub DKI No. 22 Tahun 2022. 

Bila dilanggar, lanjut dia, proses seleksi bisa dianggap cacat hukum.

“FKDM itu dibiayai APBD. Uang rakyat! Jangan sampai dipakai buat kepentingan oknum-oknum politik. Ini bukan soal suka atau tidak suka, tapi soal menjaga marwah lembaga,” tegasnya.

Tobaristani juga menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap Bakesbangpol DKI Jakarta. Ia meminta Gubernur, DPRD, dan Ombudsman turun tangan menyelidiki dugaan penyimpangan dalam proses seleksi ini.

“Kalau dibiarkan, ini jadi preseden buruk. Nanti semua lembaga masyarakat bisa saja dimasuki kepentingan politik. Jakarta ini butuh kewaspadaan sosial yang kuat, bukan forum bayangan partai,” ujarnya.

Lebih jauh, Tobaristani mengingatkan bahwa peran FKDM sangat strategis di tengah situasi sosial-politik yang dinamis di Jakarta. Jika disusupi kepentingan, maka fungsi deteksi dini akan tumpul.

“Jangan salah langkah. Kalau FKDM-nya penuh titipan, lalu siapa yang mau kasih peringatan dini ke pemerintah? Justru konflik sosial bisa makin besar karena yang duduk malah jadi bagian dari masalah,” tutupnya.

Populer

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Lepas Status WNI Kena Tarif Rp5 Juta, Ini Kata Ketua DPR

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:23

KPK Panggil Lima Pejabat BPK Sumsel

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:16

Saham BUMI Menguat 6 Persen pada Sesi I, Bukukan Transaksi Rp727,5 Miliar

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:15

Pengisian Jabatan di Kemenag Dituntut Adil dan sesuai Meritokrasi

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:08

Bisa Jadi Ada Aparat Lain Seperti Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:06

Sekolah Negeri Sepi Peminat Harus Jadi Perhatian

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:05

Mereduksi Bobot Kekuasaan Gibran Lewat Pergeseran Posisi Duduk Wapres

Selasa, 21 Juli 2026 | 14:04

Sepak Bola Berbasis Bukti

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:50

DPR Minta Kesetaraan Penanganan Kasus Febrie

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:39

Babinsa dan Bhabinkamtibmas Dilibatkan dalam Pemungutan Pajak Berpeluang Gerus Kepercayaan Publik

Selasa, 21 Juli 2026 | 13:38

Selengkapnya