Berita

Partai Golkar/RMOL

Politik

Munaslub Golkar Muncul Bukan Gegara Kepentingan Istana

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 15:09 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Mencuatnya isu Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar, disinyalir bukan karena keinginan Istana, tetapi menunjukkan adanya gejolak di internal partai berlogo pohon beringin.

Pengamat Politik Citra Institute, Efriza memandang, Presiden Prabowo Subianto memiliki kebijaksanaan dalam berpolitik, sehingga tidak mungkin mencampuri urusan partai politik (parpol).

"Ditenggarai kabar Munaslub Golkar 'direstui Istana' masih sebatas klaim agar isu munaslub memperoleh dukungan dari penguasa," ujar Efriza kepada RMOL, Rabu 6 Agustus 2025.


Menurutnya, apabila istana merestui Munaslub Golkar digelar untuk menggeser posisi Bahlil Lahadalia, maka alasan itu tidak cukup beralasan.

"Dalam konteks isu adanya 'restu Istana' diduga sekadar hanya untuk menjadi pemicu, bukan penentu dari terselenggaranya Munaslub. Pertarungan sesungguhnya tetap akan berlangsung di arena internal Golkar," kata Efriza.

"Seperti, jika keinginan di daerah-daerah solid menginginkan terjadinya munaslub, juga adanya kekuatan-kekuatan elite di level pusat mendukung wacana tersebut," sambungnya.

Oleh karena itu, magister ilmu politik lulusan Universitas Nasional (Unas) itu memperkirakan, isu Munaslub Golkar sengaja disampaikan oleh internal partai pohon beringin itu. 

"Menguatnya kebersamaan dari kepentingan faksi-faksi lain yang mulai mendukung wacana tersebut, maka isu ini bisa semakin menguat," kata Efriza. 

Sebab, kata Efriza, Partai Golkar dikenal sebagai partai dengan basis pragmatisme tinggi dan loyalitas yang sangat tergantung pada kepentingan politik dari terakomodirnya kepentingan faksi-faksi di dalamnya.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

DPR Minta Pengusaha Klub Malam Jangan Beri Ruang Peredaran Narkoba

Selasa, 09 Juni 2026 | 02:09

Telkom Bersama KIP Dukung Literasi Keterbukaan Informasi Publik

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:45

Buku ‘Presiden Solusi’ Ulas Rekam Jejak Transformasi Prabowo

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:20

Ratifikasi ILO C188 Jangan Ulangi Kesalahan Implementasi MLC 2006

Selasa, 09 Juni 2026 | 01:01

Miris! Purbaya Belum Siapkan Insentif buat Pedagang Tahu Tempe

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:42

Keanu Bantah Terima Duit Penipuan Jemaah Umrah Hanania

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:16

Ketum PPP Mardiono Dilaporkan ke Polisi, Dugaan Pemalsuan Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:12

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

Bupati Muara Enim Dkk Langsung Digiring ke KPK Usai Terjaring OTT

Senin, 08 Juni 2026 | 23:45

Segel Gerai Tiffany & Co Dibuka Usai Sepakat Bayar Denda Rp97,49 M

Senin, 08 Juni 2026 | 23:16

Selengkapnya