Ilustrasi/RMOL
Ilustrasi/RMOL
Menurut Bhima, angka pertumbuhan ekonomi BPS tidak mencerminkan kondisi riil di lapangan. Ia menyoroti adanya kejanggalan khususnya pada data industri pengolahan yang mencatat pertumbuhan 5,68 persen year on year (yoy). Padahal, Purchasing Managers' Index (PMI) Manufaktur justru menunjukkan pelemahan.
"Selisih datanya terlalu berbeda antara BPS dan PMI Manufaktur. BPS menghitung adanya pertumbuhan 5,68 persen yoy untuk industri pengolahan, sementara akhir Juni 2025, PMI Manufaktur turun dari 47,4 menjadi 46,9. Jadi penjelasannya apa?" kata Bhima dalam pernyataannya, pada Rabu 6 Agustus 2025.
Populer
Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09
Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46
Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59
Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39
Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09
Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00
Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15
UPDATE
Jumat, 16 Januari 2026 | 18:06
Jumat, 16 Januari 2026 | 17:45
Jumat, 16 Januari 2026 | 17:35
Jumat, 16 Januari 2026 | 17:20
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:53
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:48
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:13
Jumat, 16 Januari 2026 | 16:12
Jumat, 16 Januari 2026 | 15:33
Jumat, 16 Januari 2026 | 15:17