Berita

Menteri Keuangan Sri Mulyani/RMOL

Bisnis

Belanja Pemerintah Melambat di Kuartal II 2025, Meski Blokir Anggaran Sudah Dibuka

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 15:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kinerja konsumsi pemerintah tercatat masih tertekan pada kuartal II 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut dari seluruh komponen pengeluaran, hanya belanja pemerintah yang mengalami kontraksi.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS, Moh. Edy Mahmud, menjelaskan bahwa konsumsi pemerintah terkontraksi sebesar 0,33 persen (yoy) pada kuartal II-2025.

“Dari sisi pengeluaran, pada kuartal II 2025 secara year on year (yoy), seluruh komponen mengalami pertumbuhan positif kecuali konsumsi pemerintah,” kata Edy dalam konferensi pers, Selasa 5 Agustus 2025.


Menurut Edy, kontraksi ini terjadi meski pemerintah telah membuka blokir anggaran. Penyebab utamanya adalah tingginya realisasi belanja pemerintah pada kuartal II tahun lalu yang didorong pengeluaran besar untuk Pemilu 2024 dan persiapan Pilkada serentak.

"Jadi, kalau kita me-recall memori kita di tahun lalu, pada triwulan II memang ada belanja, realisasi belanja pemerintah yang cukup tinggi. Itulah yang kemudian, tadi di Q2 ini belanja pemerintah, terutama belanja barang dan jasanya memang masih negatif," jelasnya.

Edy menambahkan, proses realisasi belanja setelah blokir anggaran dibuka oleh Kementerian Keuangan tidak sepenuhnya bisa direalisasikan, karena terdapat sejumlah proses administratif di tingkat kementerian dan lembaga (K/L) yang membuat serapan anggaran berjalan lambat.

"Terkait blokir yang sudah dibuka, memang tidak serta-merta kemudian begitu blokir semua bisa belanja. Mungkin ada proses barangkali ya, nah ini memang tidak bisa disimpulkan tetapi bisa dipertanyakan barangkali nanti masing-masing di KL masing-masing," pungkas Edy.

Adapun hingga 24 Juni 025, Menteri Keuangan Sri Mulyani telah membuka blokir anggaran mencapao Rp134,9 triliun, yang dialokasikan untuk program prioritas pembangunan nasional.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

IJTI: Buku Saku 0 Persen Rujukan Penting Pers dan Publik

Sabtu, 11 April 2026 | 18:18

Prabowo Minta Maaf Belum Bawa Pencak Silat ke Olimpiade

Sabtu, 11 April 2026 | 17:50

Aktivis Tegas Lawan Pengkhianat Konstitusi

Sabtu, 11 April 2026 | 17:27

OTT KPK Tangkap 18 Orang, Bupati Tulungagung Digulung

Sabtu, 11 April 2026 | 16:19

Ingatkan JK, Banggar DPR: Kenaikan Harga BBM Bisa Turunkan Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 11 April 2026 | 16:14

Wamen Ossy: Satgas PKH Wujud Penyelamatan Kekayaan Negara

Sabtu, 11 April 2026 | 15:54

Jawab Tren, TV Estetik dengan Teknologi Flagship Diluncurkan

Sabtu, 11 April 2026 | 15:21

KNPI Soroti Gerakan Pemakzulan: Sebut Capaian Pemerintahan Prabowo Sangat Nyata

Sabtu, 11 April 2026 | 14:54

Setelah 34 Tahun, Prabowo Pamit dari Kursi Ketum IPSI di Munas XVI

Sabtu, 11 April 2026 | 14:47

Hadiri Munas IPSI, Prabowo Ungkap Jejak Keluarga dalam Dunia Pencak Silat

Sabtu, 11 April 2026 | 14:28

Selengkapnya