Berita

Politikus Senior PDIP, Panda Nababan (tangkapan layar/RMOL)

Politik

Ahmad Basarah, Adian Hingga Utut Layak jadi Sekjen PDIP

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 05:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Keputusan Megawati Soekarnoputri untuk kembali memimpin PDIP sekaligus merangkap jabatan Sekretaris Jenderal (Sekjen) dinilai sebagai langkah strategis sementara untuk menjaga stabilitas internal partai.

Hal itu mengingat sekjen terdahulu, Hasto Kristiyanto baru saja memperoleh amnesti dari Presiden Prabowo Subianto terkait kasus yang menimpanya.

Politikus senior PDIP, Panda Nababan angkat bicara terkait fenomena tersebut. Menurutnya, Hasto harus legowo mengundurkan diri dari kursi sekjen partai berlambang banteng moncong putih itu.


“Dia (Hasto) harus tahu diri berhenti dari sekjen. Belum pernah terjadi dalam sejarah PDIP, ada dulu satu setengah (periode) Alexander Litaay, kasus khusus lah itu, hampir sama dengan dia (Hasto) ini,” kata Panda dalam unggahan video yang diposting akun Facebook Warta One, dikutip Selasa, 5 Agustus 2025.

“Lalu siapa yang kemudian jadi (pengganti sekjen), saya pikir stoknya itu cukup banyak, sebagai senior pendiri partai terus terang aku lihat banyak sekali anak-anak muda atau kader-kader PDIP yang jagoan-jagoan,” jelas dia. 

Lantas, Panda membeberkan beberapa kader yang dianggapnya layak menjadi Sekjen PDIP.   

“Ambilah Baskarah (Ahmad Basarah), ambilah Adian Napitupulu, ambilah ada TB Hasanuddin, ada si Utut Adianto, banyak lah, aku sendiri terus terang yang mengikuti partai ini puluhan tahun, ini yang paling paten kader-kadernya, berkualitas gitu loh,” tandasnya.   

Dalam Kongres VI PDIP di Bali, Megawati kembali terpilih menjadi Ketua Umum untuk periode 2025-2030. Megawati juga merangkap sebagai Sekjen Partai hingga ada pengganti resmi Hasto.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

DPR Minta Pemerintah Perkuat Insfrastruktur Kesehatan

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:28

Obligasi Global Perdana Danantara Laris

Senin, 26 Oktober 2026 | 16:13

Legislator PDIP Ini Janji Perjuangkan Alsintan

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:57

Pengurangan Angka Pelanggaran Jadi Indikator Keberhasilan Operasi Patuh Jaya 2026

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:44

KNMP Potensi Menjawab Kebutuhan Nelayan Kecil

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:30

Sinopsis dan Kisah Kelam Clayface, Musuh Ikonik Batman

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:19

Pemakzulan Gibran Harus Lewat Jalur Konstitusi, Bukan cuma Tekanan Politik

Senin, 26 Oktober 2026 | 15:15

Jelang Pemilu, Oposisi Israel Klaim Netanyahu Tak Layak Pimpin Negara

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:58

Pemerintah Siapkan Skema Baru Pengadaan Energi, Negara Bakal Deal Langsung dengan Pemasok

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:57

KPU Perlu Fokus Benahi Pemilu 2029

Senin, 26 Oktober 2026 | 14:53

Selengkapnya