Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

PMI Manufaktur RI Kembali Tertekan Empat Bulan Beruntun

JUMAT, 01 AGUSTUS 2025 | 18:02 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kinerja sektor manufaktur Indonesia masih tertekan di zona kontraksi pada Juli 2025. Berdasarkan data S&P Global, Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur RI tercatat sebesar 49,2, menandai posisi di bawah ambang batas netral 50,0 selama empat bulan berturut-turut.

"Data survei pada Juli kembali menunjukkan indikator negatif pada kesehatan perekonomian sektor manufaktur Indonesia, penurunan output dan permintaan baru berlanjut pada awal triwulan ketiga namun mereda sejak Juni," kata Ekonom S&P Global Market Intelligence, Usamah Bhatti dalam keterangannya, Jumat 1 Agustus 2025.

PMI yang berada di bawah 50 mencerminkan kontraksi, sedangkan angka di atasnya mencerminkan ekspansi aktivitas manufaktur. Meskipun masih menunjukkan pelemahan, angka ini mulai membaik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 46,9.


Adapun survei dilakukan sebelum mayoritas responden mengetahui tentang kesepakatan dagang terbaru Indonesia dengan Amerika Serikat (AS) yang mengenakan tarif 19 persen.

Namun, dalam laporan tersebut, Bhatti menyoroti adanya penurunan signifikan dalam keyakinan pelaku usaha terhadap prospek satu tahun ke depan di tengah ketidakpastian global.

"Kepercayaan diri menghadapi tahun mendatang berkurang tajam pada Juli, dengan tingkat optimisme berada di tingkat terendah dalam survei," kata Bhatti.

Menurut dia, pelaku industri mencemaskan dampak dari tarif AS serta penurunan daya beli yang dikhawatirkan akan menekan volume permintaan sepanjang tahun.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya