Berita

Dua putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka dan Kaesang Pangarep/Net

Politik

Kaesang Anak Emas Jokowi, Bukan Gibran

JUMAT, 01 AGUSTUS 2025 | 08:12 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep, digadang-gadang akan menjadi penerus sang ayah Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dalam dunia politik.

Analis komunikasi politik Hendri Satrio berkeyakinan, meskipun putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, kini menjabat Wakil Presiden RI, namun estafet politik justru diteruskan oleh sang adik.

Keyakinan Hensat, sapaan akrab Hendri Satrio, berdasarkan pernyataan Jokowi yang akan memberikan dukungan penuh kepada PSI. Hal ini merupakan strategi untuk mempersiapkan Kaesang menuju kontestasi politik jangka panjang, khususnya pada Pemilu 2034.


Meski begitu, Hensat menyebut pernyataan Jokowi yang menyatakan dukungan penuh kepada PSI sebagai sebuah "blunder" politik. Menurutnya, dukungan tersebut justru memicu persaingan ketat antarpartai yang melihat PSI sebagai ancaman. 

"Satu, tidak semua orang Indonesia menyukai Jokowi. Kedua, pernyataan itu membuat partai lain langsung berhitung dan memanaskan mesin politik mereka," ujar Hensat kepada redaksi, Jumat, 1 Agustus 2025.

Namun, di balik langkah tersebut, Hensat melihat adanya agenda besar Jokowi untuk memposisikan Kaesang sebagai figur politik masa depan.

"Jokowi sepertinya mengincar 2034, dan anak emasnya di politik bukan Gibran, melainkan Kaesang," kata Hensat.

Ia menilai Gibran, yang kini menjabat Wakil Presiden, tidak lagi dipersiapkan untuk peran politik yang lebih besar setelah masa jabatannya selesai di 2029 nanti.

"Gibran selesai sebagai wapres. Dia sudah dikarbit, tidak melalui pendidikan politik yang organik," tambah founder Lembaga Survei Kedai KOPI tersebut.

Dia pun menyoroti penempatan Kaesang sebagai Ketua Umum PSI sebagai langkah strategis Jokowi untuk memberikan pendidikan politik yang lebih dalam. Hal ini, menurutnya, tak akan didapatkan oleh Gibran meski sekarang ia menjabat sebagai wakil presiden.

"Kaesang bisa belajar banyak dengan bertemu ketua-ketua partai lain, tokoh besar, bahkan duduk satu meja dengan figur seperti Megawati Soekarnoputri dalam rapat politik. Itu pendidikan politik yang sangat baik," jelas Hensat.

Sebaliknya, Gibran, dengan posisinya sebagai Wapres, terbatas dalam dinamika politik praktis karena perannya lebih banyak mendampingi presiden tanpa keterlibatan langsung dengan ketua partai.

Hensat juga mencermati pernyataan Jokowi yang meminta Kaesang tidak tergesa-gesa maju pada 2029, melainkan menargetkan 2034.

"Itu menunjukkan Jokowi sedang mempersiapkan Kaesang secara matang. Kaesang belum menunjukkan kualitas politiknya, tapi justru itu yang membuatnya fleksibel untuk dibentuk," ujarnya.

Ia membandingkan pendekatan ini dengan strategi Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang mempersiapkan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai penerus politiknya.

Menurut Hensat, perjalanan politik Kaesang lebih terbuka untuk berkembang karena ia menghadapi tantangan dan dinamika politik secara langsung sebagai ketua partai.

"Gibran tidak akan pernah besar sebagai politikus karena dia tidak menemui kesulitan-kesulitan politik seperti yang dihadapi Kaesang," pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Pergantian Kapolri untuk Antisipasi Putusan MK soal Gibran

Kamis, 01 Oktober 2026 | 18:19

UPDATE

Realisasi Penerimaan Pajak Tembus Rp1.607 Triliun, Naik 24,1 Persen

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:26

Isu Parliamentary Threshold 1 Persen Mengemuka untuk Keadilan Demokrasi

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:23

Pertamina Kerek Kualitas Pengelola Homestay Lokal Naik Kelas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:12

TNI Harus Terbuka Ungkap Tuntas Judi Online di Rumah Dinas

Jumat, 09 Oktober 2026 | 14:09

Jelang Akhir Pekan Harga Minyak Dunia Bertahan di 103 Dolar AS

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:59

Putin Janji Bantu Iran Akhiri Perang di Timur Tengah

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:57

DPR Kebanjiran Aspirasi Masyarakat Soal Putusan MK tentang Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:50

Tanpa Restu Gerindra, DPR Diyakini Tidak akan Berani Makzulkan Gibran

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:47

Usut Tuntas Aktor di Balik Praktik Judi Online di Rumah Dinas TNI

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:37

Loncat dari Lantai Dua, Wanita Ini Selamatkan Anak saat Kebakaran di Rawamangun

Jumat, 09 Oktober 2026 | 13:36

Selengkapnya