Berita

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers kinerja keuangan Semester I 2025 (Tangkapan layar/RMOL)

Bisnis

BCA Cetak Laba Bersih Rp29 Triliun di Semester Pertama 2025

RABU, 30 JULI 2025 | 18:21 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencetak laba bersih konsolidasi senilai Rp29 triliun pada semester I-2025. Angka ini  tumbuh 8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp26,9 triliun yoy.

Pertumbuhan laba ini ditopang oleh penyaluran kredit di berbagai segmen dan kondisi likuiditas perseroan yang terjaga.

"Kredit tumbuh 12,9 persen yoy menjadi Rp959 triliun per Juni 2025 didukung pertumbuhan penyaluran di berbagai segmen dan terjaganya kondisi likuiditas perseroan," kata Presiden Direktur BCA Hendra Lembong dalam konferensi pers kinerja keuangan Semester I 2025 BCA secara virtual, Rabu, 30 Juli 2025.


Ia mengatakan pertumbuhan kredit BCA ini didorong berbagai segmen mulai dari korporasi, UMKM, hingga konsumen. Selain itu BCA Expoversary 2025 turut mendukung kinerja pembiayaan selama paruh pertama tahun ini.

Hendra Lembong merinci, kredit korporasi tumbuh 16,1 persen yoy menjadi Rp451,8 triliun, kredit komersial naik 12,6 persen menjadi Rp143,6 triliun, dan kredit UMKM naik 11,1 persen menjadi Rp127 triliun. 

Sementara kredit konsumer pun mencatat pertumbuhan 7,6 persen menjadi Rp226,4 triliun, yang didorong KPR sebesar Rp137,6 triliun (naik 8,4 persen), KKB sebesar Rp65,4 triliun (naik 5,2 persen), dan kredit konsumer lainnya seperti kartu kredit naik 9,4 persen menjadi Rp23,4 triliun.

Sementara itu rasio kredit bermasalah (NPL) berada di level sehat 2,2 persen, sedangkan rasio loan at risk (LaR) membaik menjadi 5,7 persen dari sebelumnya 6,4 persen. Pencadangan terhadap NPL dan LaR masing-masing mencapai 167,2 persen dan 68,7 persen.

Di sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) tercatat tumbuh 5,7 persen yoy menjadi Rp1.190 triliun. Dana murah atau CASA masih mendominasi sebesar 82,5 persen dari total DPK atau senilai Rp982 triliun, meningkat 7,3 persen yoy.

Secara keseluruhan, pendapatan bunga bersih semester I 2025 tercatat Rp21,1 triliun, naik 7,1 persen yoy. Pendapatan non-bunga turut tumbuh 8,1 persen menjadi Rp6,8 triliun, dan total pendapatan operasional pun naik 7,4 persen ke angka Rp27,9 triliun.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Wall Street Keluar dari Tekanan, Nasdaq Melonjak 1,69 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 08:14

Binar Emas Kembali Berkilau, Harga Melesat Lebih dari 2 Persen

Jumat, 18 September 2026 | 07:35

Bursa Eropa Menguat Tajam setelah Harga Minyak Turun

Jumat, 18 September 2026 | 07:02

UMKM Binaan Peratamina

Jumat, 18 September 2026 | 05:52

KPK Harus Hati-hati Buka Informasi Dugaan Korupsi Bea Cukai ke Publik

Jumat, 18 September 2026 | 05:25

PPN Kejawanan Diproyeksikan jadi Magnet Pertumbuhan Ekonomi Pesisir

Jumat, 18 September 2026 | 04:57

Momentum Memperkuat Akuntabilitas Belanja Negara

Jumat, 18 September 2026 | 04:25

Pembangunan di Papua Perlu Libatkan Kelembagaan Adat

Jumat, 18 September 2026 | 03:48

Perhutani Dorong Ekonomi Desa Lewat Penyaluran PUMK

Jumat, 18 September 2026 | 03:20

Mengawal Garibaldi

Jumat, 18 September 2026 | 02:55

Selengkapnya