Berita

Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa di SMPN 1 Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Jumat, 25 Juli 2025/Ist

Nusantara

JMSI Goes To School, Teguh Santosa: Siapa Mau jadi Astronot?

SABTU, 26 JULI 2025 | 10:59 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi selain memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia khususnya dunia pendidikan, di saat yang sama juga dapat menciptakan berbagai masalah bila tidak bijak digunakan.

Potensi penyalahgunaan atau kegagalan dalam memanfaatkan teknologi digital di Indonesia cukup besar, mengingat menurut data UNESCO Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat literasi rendah.

Demikian antara lain disampaikan Ketua Umum Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI), Teguh Santosa saat berbicara di SMPN 1 Padangsidimpuan, Sumatera Utara, Jumat, 25 Juli 2025.


Hadir dalam kegiatan itu Kepala SMPN 1 Padangsidimpuan Batras Lubis dan kalangan guru SMPN 1 Padangsidimpuan, serta Pengawas dari Dinas Pendidikan Padangsidimpuan M. Faisal Aziz. 

Dari unsur JMSI hadir antara lain Ketua Harian JMSI Pusat Ari Rahman, Ketua Organisasi JMSI Pusat Faisal Mahrawa, Ketua JMSI Sumut Rianto, dan Ketua JMSI Tapanuli Bagian Selatan Yusrizal Ucok Nasution. 

"Ada satu hal tidak mengenakan yang ingin saya sampaikan. Menurut UNESCO, Indonesia ini termasuk dalam kelompok negara dengan minat baca yang rendah. Hanya sekitar 0,001 persen. Artinya, dari 1.000 penduduk Indonesia hanya satu yang memiliki minat baca tinggi," ujar Teguh.

Padahal selain minat baca, juga diperlukan daya baca, yakni kemampuan individu untuk membaca secara mendalam dan komprehensif atau utuh sehingga memahami substansi dari yang dibaca.

"Saya percaya kita semua ingin mematahkan tuduhan itu. Adik-adik harus bisa membuktikan bahwa anak-anak di Padangsidimpuan memiliki minat baca dan daya baca yang tinggi," kata Teguh yang juga dosen hubungan internasional di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.

Di sisi lain, Teguh melihat ada banyak potensi di kalangan siswa SMPN 1 Padangsidimpuan jika dimaksimalkan dengan baik.

"Saya melihat calon insinyur, anggota TNI dan Polri, jaksa yang hebat, hakim yang adil, juga calon guru yang siap mengabdikan diri untuk mendidik anak bangsa," kata Teguh lagi.

"Atau ada yang mau jadi astronot," tanya Teguh dijawab malu-malu beberapa siswa dan disambut tepuk tangan.

Teguh mengingatkan, apa pun cita-cita setiap siswa ada proses yang harus dilalui. Karena tidak ada yang terjadi tiba-tiba begitu saja.

Teguh mengatakan dirinya telah mengunjungi puluhan negara. Baik negara-negara maju yang punya teknologi canggih dan menguasai perekonomian dunia, maupun negara-negara yang mengalami kesulitan, terbelakang, tertinggal, dan dipenuhi konflik, serta rakyatnya terpecah belah.

"Kunci dari setiap negara, yang maju maupun terbelakang, ada di tangan generasi muda. Dan generasi muda di sini yang menentukan apakah Kota Padangsidimpuan, Provinsi Sumatera Utara, Negara Kesatuan Republik Indonesia menjadi hebat atau sebaliknya," ujar Teguh.

"Melihat wajah adik-adik semua yang bersinar, saya yakin, kalian termasuk dalam golongan yang ingin bangsa kita lebih maju lagi. Belajar dan bekerjalah dengan lebih baik lagi," demikian Teguh.

JMSI Goes To School

Selesai kegiatan ceramah yang diakhiri nyanyian "Padamu Negeri", Kepala SMPN 1 Padangsidimpuan Batras Lubis menjamu rombongan JMSI di ruang kerjanya.

Batras mengucapkan terima kasih atas kesediaan JMSI menjalin kemitraan dengan dunia pendidikan dan percaya kerja sama ini akan memberikan manfaat bagi perkembangan generasi muda.

Batras juga mengatakan, pihaknya sedari dini mendorong siswa agar lebih bijak memanfaatkan teknologi digital hanya untuk hal-hal yang mendukung pendidikan.

Ketua JMSI Sumut, Rianto menambahkan program "JMSI Goes to School" merupakan wujud dari kepedulian JMSI pada dunia pendidikan dan generasi muda.

"Disrupsi informasi melalui platform digital melanda kita semua. Perlu bagi kita untuk selalu bersinergi agar perkembangan teknologi digital memberikan manfaat," ujarnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya