Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Transaksi QRIS Antar Negara di Livin’ by Mandiri Tumbuh Tiga Kali Lipat

JUMAT, 25 JULI 2025 | 16:43 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Bank Mandiri terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan solusi finansial yang inklusif bagi masyarakat. 

Menjelang peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, perseroan mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan transaksi luar negeri melalui fitur QRIS Antar Negara di aplikasi Livin’ by Mandiri. 

Tercatat, sepanjang lima bulan pertama 2025, jumlah transaksi meningkat lebih dari tiga kali lipat, dengan total mencapai 141.802 transaksi dan nilai sebesar Rp49,16 miliar.


Corporate Secretary Bank Mandiri M. Ashidiq Iswara menjelaskan, kenaikan ini menjadi indikator positif meningkatnya preferensi masyarakat terhadap kanal pembayaran digital yang aman, cepat, dan efisien saat bepergian ke luar negeri. 

Peningkatan tersebut juga memperkuat posisi Livin’ by Mandiri sebagai aplikasi finansial yang mampu menjawab kebutuhan nasabah akan layanan perbankan berbasis teknologi di era mobilitas global.

“Peningkatan signifikan pada transaksi QRIS Antar Negara mencerminkan akselerasi digitalisasi layanan Bank Mandiri yang fokus menghadirkan kemudahan dan kenyamanan bagi nasabah saat berada di luar negeri,” ujar Ossy, sapaan akrab Ashidiq dalam keterangan tertulis, Jumat 25 Juli 2025.

Lebih lanjut, bank berkode emiten BMRI menjelaskan, pihaknya turut berkomitmen menghadirkan layanan perbankan lintas batas yang praktis dan terintegrasi, seperti QRIS Antar Negara dan fitur multicurrency, yang kini semakin diminati nasabah.

Sejalan dengan tren transaksi lintas negara, Livin’ by Mandiri juga mencatatkan pertumbuhan pembukaan rekening multicurrency yang cukup tinggi. 

Hingga Mei 2025, tercatat lebih dari 35.500 rekening multicurrency telah dibuka melalui Livin’, dengan tiga mata uang yang paling banyak dipilih nasabah yaitu Dolar Amerika Serikat (USD), Ringgit Malaysia (MYR), dan Yen Jepang (JPY).

Melalui fitur ini, nasabah dapat menghubungkan rekening multicurrency mereka ke Mandiri Debit Visa, sehingga transaksi di luar negeri dapat dilakukan dalam mata uang lokal tanpa dikenakan biaya konversi. 

“Fitur-fitur itu adalah bentuk nyata dari komitmen kami untuk selalu berada di sisi nasabah. Kami ingin memberikan pengalaman finansial yang seamless, aman, dan sesuai dengan gaya hidup modern masyarakat Indonesia,” imbuh Ossy.

Adapun saat ini, QRIS Antar Negara di Livin’ sudah dapat digunakan di Malaysia, Singapura, dan Thailand. Dalam waktu dekat, fitur ini juga akan diperluas ke Jepang, China, dan Korea Selatan, yang ditargetkan meluncur pada Agustus 2025 mendatang. 

Sebagai alternatif transaksi luar negeri, Livin’ by Mandiri juga menawarkan kemudahan lain, seperti fitur Tap to Pay yang tersedia bagi pengguna ponsel Android dengan teknologi NFC. 

Nasabah cukup menempelkan ponsel mereka ke mesin pembayaran yang mendukung jaringan Visa atau MasterCard untuk menyelesaikan transaksi.

“Peningkatan transaksi internasional yang signifikan melalui Livin’ by Mandiri, sejalan dengan tingginya minat masyarakat terhadap solusi keuangan digital,” demikian Ossy.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

Senator Apresiasi Program Kolaborasi Bedah Rumah di Jakarta

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:32

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

UPDATE

Kebijakan WFH Sehari Tunggu Persetujuan Presiden

Kamis, 26 Maret 2026 | 12:03

Tito Pastikan Skema WFH Sehari Tak Hambat Layanan Pemda

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:55

Purbaya Guyur Dana Lagi Rp100 Triliun ke Bank Himbara

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:45

Efisiensi Anggaran Harus Terukur dan Terarah

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:33

Pengamat Soroti Pertemuan Anies, SBY, dan AHY: CLBK Jelang 2029

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:22

Prabowo Tambah 13 Proyek Hilirisasi Bernilai Rp239 Triliun

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:16

Efisiensi Energi Jangan Korbankan Pendidikan lewat Pembelajaran Daring

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:11

Emas Antam Mandek, Buyback Merosot ke Rp2,49 Juta per Gram

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:01

Akreditasi Dapur MBG Jangan Hanya Formalitas

Kamis, 26 Maret 2026 | 11:00

KSP: Anggaran Pendidikan Tak Dikurangi

Kamis, 26 Maret 2026 | 10:58

Selengkapnya