Berita

Budayawan Erros Djarot dan pakar telematika Roy Suryo/Repro

Politik

Erros Djarot: Kalau Skripsi Tidak Ada, Otomatis Ijazah Palsu

KAMIS, 24 JULI 2025 | 02:02 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Budayawan Erros Djarot memberikan kisi-kisi kepada pakar telematika Roy Suryo apabila diperiksa kembali oleh penyidik Polda Metro Jaya terkait tuduhan ijazah palsu Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.

Sorotan utama Erros yakni soal skripsi Jokowi, yang disebut sebagai kunci untuk memastikan keabsahan ijazah S1 UGM.

“Kalau skripsinya palsu, ijazahnya palsu. Kalau skripsinya tidak ada, ijazahnya tidak ada,” kata Erros.


Erros menegaskan bahwa Roy Suryo pernah mendatangi UGM dan bertemu langsung dengan pihak institusi, termasuk Wakil Rektor UGM.

Dalam pertemuan tersebut, Roy mengaku telah melihat dan memegang skripsi atas nama Joko Widodo, bahkan memfotonya dengan kamera profesional.

Erros kemudian mempertanyakan kemungkinan seseorang bisa mendapatkan ijazah tanpa menyelesaikan skripsi, dan Roy Suryo menegaskan bahwa hal tersebut tidak mungkin terjadi di UGM.

Dalam forum tersebut, juga disebutkan bahwa skripsi yang dilihat Roy dan tim tidak memiliki lembar penguji dan tanda tangan resmi, sehingga dipertanyakan keasliannya.

"Mungkin enggak dapat ijazah tanpa skripsi?" tanya Erros/

"Tidak mungkin," jawab Roy tegas.

Erros juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik UGM sebagai institusi pendidikan nasional.

Ia meminta agar isu ini difokuskan pada penyebab, yakni keberadaan dan keaslian skripsi, bukan sekadar pada ijazah.

“UGM adalah aset nasional. Jangan main-main. Kalau Anda bohong, konsekuensinya mahal,” kata Erros.

Menutup pernyataannya, Eros mengajak masyarakat tetap tenang dan menyerahkan penyelidikan kepada pihak kepolisian, sembari berharap kebenaran akan terungkap melalui jalur hukum.




Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Logam Mulia Kembali Berkilau Ditopang Penurunan Dolar AS

Kamis, 03 September 2026 | 08:15

Wall Street Bangkit dari Tekanan Berkat Aksi Borong Saham

Kamis, 03 September 2026 | 07:57

BeZakat 2026 Kembali Dibuka, Sasar Lulusan SMA dari Keluarga Kurang Mampu

Kamis, 03 September 2026 | 07:44

BBHI Mau Dibeli Lagi, Allo Bank Siapkan Dana Rp300 Miliar

Kamis, 03 September 2026 | 07:26

Bursa Eropa Tertekan, STOXX 600 Terseret Lonjakan Harga Minyak

Kamis, 03 September 2026 | 07:11

UUD 1945 Asli dan Penyelamatan Peradaban

Kamis, 03 September 2026 | 06:50

Pengelolaan Gas Andaman Didorong di Daratan Aceh, PR Hilirisasi Menanti

Kamis, 03 September 2026 | 06:22

TNI Gercep Evakuasi Warga Antisipasi Meningkatnya Aktivitas Gunung Sinabung

Kamis, 03 September 2026 | 05:59

Polemik BYAN Harus Dibaca sebagai Uji Kesiapan Regulator

Kamis, 03 September 2026 | 05:29

Produktivitas Bawang Merah Melejit Lewat Inovasi Startup Binaan IPB

Kamis, 03 September 2026 | 04:50

Selengkapnya