Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Trump Menarik AS Keluar dari UNESCO untuk Kedua Kalinya

RABU, 23 JULI 2025 | 07:42 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat kembali mengumumkan penarikan diri dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO), dengan alasan bahwa kebijakan organisasi tersebut tidak lagi sejalan dengan prioritas dan nilai-nilai nasional AS.

Langkah tersebut diumumkan pada Rabu, 23 Juli 2025, dan akan berlaku efektif pada akhir Desember 2026. 

Ini menjadi kali kedua AS di bawah kepemimpinan Trump menarik keanggotaannya dari badan yang berbasis di Paris tersebut dalam dua dekade terakhir.


Dalam sebuah pernyataan resmi, juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Tammy Bruce, menegaskan bahwa keterlibatan berkelanjutan dengan UNESCO dianggap tidak produktif.

“UNESCO berupaya memajukan tujuan-tujuan sosial dan budaya yang memecah belah dan mempertahankan fokus yang berlebihan pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, sebuah agenda ideologis globalis untuk pembangunan internasional yang bertentangan dengan kebijakan luar negeri Amerika Pertama kami,” ujar Bruce, seperti dimuat AFP. 

Sementara itu, Wakil Juru Bicara Gedung Putih, Anna Kelly, menyampaikan bahwa keputusan ini diambil berdasarkan mandat pemilih dalam pemilu terakhir.

“Penarikan diri tersebut disebabkan oleh dukungan UNESCO terhadap tujuan-tujuan budaya dan sosial yang membangunkan dan memecah belah, yang sama sekali tidak sejalan dengan kebijakan akal sehat yang dipilih rakyat Amerika pada bulan November,” ujar Kelly.

Keputusan ini menambah daftar panjang penarikan AS dari badan dan perjanjian internasional di bawah kepemimpinan Presiden Trump, termasuk sebelumnya dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Dewan Hak Asasi Manusia PBB, perjanjian iklim Paris, dan kesepakatan nuklir Iran 2015.

Kepala UNESCO, Audrey Azoulay, menyatakan penyesalannya atas keputusan Washington, meskipun mengaku tidak terkejut.

“Saya sangat menyesalkan keputusan Presiden Donald Trump untuk sekali lagi menarik Amerika Serikat dari UNESCO. Meskipun disesalkan, pengumuman ini sudah diperkirakan, dan UNESCO telah mempersiapkannya," ujarnya.

AS sebelumnya telah menarik diri dari UNESCO pada tahun 1984, dengan alasan dugaan salah urus dan bias anti-AS. Setelah hampir dua dekade, AS bergabung kembali pada 2003 di bawah Presiden George W. Bush, yang kala itu menyatakan bahwa reformasi yang diperlukan telah dilakukan.

Di periode pertama kepemimpinannya pada 2018, Trump menarik AS dari UNESCO. Namun pada 2021, Presiden Joe Biden memulihkan keanggotaan AS di UNESCO, sejalan dengan komitmennya untuk kembali menjalin kerja sama internasional. 

Namun, dengan Trump kembali memimpin Gedung Putih, arah kebijakan luar negeri AS pun kembali berubah. 

UNESCO dikenal luas melalui program-programnya dalam pelestarian warisan budaya dunia, termasuk penetapan Situs Warisan Dunia seperti Grand Canyon di AS dan kota kuno Palmyra di Suriah. 

Meskipun kontribusi anggaran AS terhadap UNESCO telah menurun dari sekitar 20 persen pada awal dekade lalu menjadi sekitar 8 persen saat ini, kepergian AS tetap menjadi pukulan signifikan bagi organisasi tersebut.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya