Berita

Foto yang diambil pada 12 Agustus 2019 menunjukkan seorang bocah Palestina, Abdelrahman Shtewi, terbaring di tempat tidur di Rumah Sakit Sheba di Ramat Gan/AFP

Dunia

Anak-anak Gaza Ditembaki Seperti Mainan oleh Israel

MINGGU, 20 JULI 2025 | 09:20 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Seorang ahli bedah asal Inggris yang bertugas di Gaza mengungkapkan tuduhan mengejutkan mengenai pola luka tembak yang dialami anak-anak Palestina.

Ia menduga kuat bahwa tentara Israel (IDF) sengaja menargetkan bagian tubuh tertentu anak-anak Gaza secara sistematis, seolah menjadikan mereka sasaran permainan.

Profesor Nick Maynard, seorang ahli bedah dari Inggris yang tengah bertugas bersama tim medis internasional di Gaza, menyampaikan kesaksiannya dalam wawancara dengan BBC Radio 4, seperti dikutip pada Minggu, 20 Juli 2025.


Menurutnya, terdapat pola luka yang sangat mencolok di antara para korban, khususnya anak-anak dan remaja laki-laki, yang menunjukkan bahwa mereka menjadi target tembakan terarah oleh militer Israel.

“Kami melihat pola cedera yang jelas. Suatu hari, semuanya akan berupa luka tembak di perut, di hari lain semuanya akan berupa luka tembak di kepala atau leher, di hari lain lagi akan berupa luka tembak di lengan atau kaki,” ungkap Maynard dalam wawancara tersebut.

Maynard bahkan menggambarkan serangan IDF terhadap anak-anak sudah seperti permainan, dengan sasaran bagian tubuh yang berbeda setiap harinya.

"Seolah-olah sedang terjadi permainan. Mereka memutuskan untuk menembak kepala hari ini, leher besok, dan testis lusa," kata dia.

Maynard juga mencatat bahwa sebagian besar luka tersebut ditemukan pada anak-anak yang sedang mengantri bantuan kemanusiaan, menandakan bahwa mereka kemungkinan besar tidak sedang terlibat dalam pertempuran apapun.

Pernyataan Profesor Maynard ini menggemparkan publik internasional dan memunculkan kembali sorotan terhadap taktik militer Israel dalam konflik di Gaza, terutama menyangkut potensi pelanggaran hukum humaniter internasional.

Menanggapi tudingan ini, IDF mengeluarkan pernyataan membantah dengan tegas tuduhan tersebut.

Meski demikian, kelompok-kelompok hak asasi manusia telah lama menuduh Israel menggunakan kekuatan berlebihan dalam operasinya di Gaza, termasuk dalam konteks penembakan terhadap warga sipil tak bersenjata.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Kepala BRAN Dorong 3,1 Juta Hektare Lahan Transmigrasi jadi Penggerak Ekonomi

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:32

KPK Pastikan Video Penjemputan Paksa Nusron Hoax!

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:24

Quo Vadis 2 tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:23

Prabowo Setujui Kajian DEN soal Definisi Korupsi Berstandar Internasional

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:17

Penindakan 1.000 Tambang Ilegal: Kalau Tidak Sekarang, Kapan Lagi?

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:13

DPR Dorong Penguatan Koordinasi Penyaluran BBM

Selasa, 20 Oktober 2026 | 20:01

Gibran Terima Perwakilan WALUBI Bahas Karhutla hingga Bakti Sosial

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:50

KPK Perlu Periksa Hercules soal Uang Rp800 Juta Terkait Summarecon

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:46

Menteri Agama Optimistis Akan Ada Kebangkitan Syarikat Islam Jilid Baru

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:43

Pertamina Diusulkan Peroleh Insentif Sewa Kapal Tanker Lokal

Selasa, 20 Oktober 2026 | 19:41

Selengkapnya