Berita

MRT/Ist

Bisnis

Dicanangkan Sejak Era Jokowi

Jalur MRT Cikarang-Balaraja Segera Masuk Tahap Tender

JUMAT, 18 JULI 2025 | 01:45 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

PT MRT Jakarta (Perseroda) akan segera mengembangkan proyek lintas timur-barat atau east-west line (Cikarang-Balaraja) sepanjang 83,6 kilometer (km).

Direktur Konstruksi PT MRT Jakarta (Perseroda), Weni Maulina, mengatakan pihaknya akan memasuki tahap lelang (tender) kontraktor tahun ini untuk menggarap proyek tersebut.

"Saat ini kita sedang dalam penyiapan tender kontraktor. Insya Allah tahun ini kita lakukan market hearing untuk melihat kesiapan dari para kontraktor, dan juga kita announce tendernya insya Allah di akhir tahun ini," kata Weni dalam Diskusi Media, di Wisma Nusantara, Jakarta, Kamis, 17 Juli 2025.


Ia mengatakan pembangunan jalur yang menghubungkan tiga provinsi, Banten, Jakarta dan Jawa Barat itu akan dibagi menjadi dua fase. Fase pertama Tomang-Medan Satria (sepanjang 24,5 kilometer), selanjutnya fase 1 tahap 2 untuk lintas Kembangan-Tomang (9,2 kilometer).

Kemudian, fase 2 di Jawa Barat untuk lintas Medan Satria-Cikarang (20 kilometer), dan fase 2 di Banten untuk lintas Balaraja-Kembangan (29,9 kilometer).

Lebih lanjut, ia mengatakan lintas Timur-Barat ini akan memiliki 48 stasiun, dengan proyeksi penumpang mencapai 500 ribu per hari.

"Diperkirakan kurang lebih ada 500 ribu penumpang per hari karena jalan ini juga cukup masif kita sering menyebutnya ini backbone untuk transportasi masal di Jakarta," tuturnya.

Weni mengungkapkan pembangunan lintas ini telah dicanangkan oleh Presiden ke-7 Joko Widodo dan telah melakukan seremoni pencanangan pada September 2024 di area konstruksi beranda peron (concourse) Stasiun Thamrin sebagai titik interkoneksi antara MRT lintas Utara Selatan dan Timur Barat

"Memang pada saat itu seluruh non-agreement persiapan financialnya sudah siap jadi dicanangkan oleh beliau (Jokowi) dimana kita langsung melakukan beberapa banyak persiapan-persiapan yang dilakukan oleh MRT Jakarta," tandasnya.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya