Berita

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar /Ist

Politik

Sesuai Arahan Presiden Prabowo

Cak Imin Kejar Target Kemiskinan Ekstrem Nol Persen

KAMIS, 17 JULI 2025 | 12:14 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar menggelar Rembug Warga bertajuk Koordinasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pengentasan Kemiskinan di Pondok Pesantren Gedongan, Cirebon, Jawa Barat, Kamis, 17 Juli 2025.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan masyarakat dalam menyusun arah kebijakan pengentasan kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem yang masih membelenggu banyak daerah.

Dalam sambutannya, sosok yang akrab disapa Cak Imin itu menyoroti tingginya angka kemiskinan di beberapa wilayah Indonesia, termasuk kawasan pedesaan dan kantong-kantong masyarakat pinggiran. 


“Rembug warga seperti ini penting untuk menyerap suara-suara masyarakat akar rumput. Kita tidak bisa memberantas kemiskinan ekstrem hanya dari balik meja. Harus turun langsung, mendengar, dan bertindak nyata,” tegasnya di hadapan para kiai, tokoh masyarakat, santri, dan warga Cirebon.

Cak Imin menyampaikan komitmennya untuk menurunkan angka kemiskinan ekstrem menjadi nol persen pada tahun 2026 sebagaimana diamanatkan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Target ambisius itu, menurut Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa tersebut bukanlah mimpi jika seluruh elemen bangsa bekerja bersama, termasuk melibatkan kekuatan lokal seperti pesantren, koperasi desa, dan komunitas warga.

“Kemiskinan ekstrem kita saat ini masih di angka 3,1 juta. Saya diminta pak Prabowo secara khusus untuk bekerja keras, untuk 2026 ini harus nol persen miskin ekstrem,” ujarnya.

Pesantren, lanjutnya, memiliki peran strategis sebagai simpul pemberdayaan ekonomi umat dan pusat transformasi sosial. Oleh karena itu, penguatan kapasitas pesantren dalam bidang ekonomi, keterampilan, dan pendampingan sosial akan menjadi salah satu program prioritas pemerintah.

“Pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama. Ia adalah motor perubahan. Kita akan dorong pesantren sebagai lokomotif pemberdayaan masyarakat,” pungkasnya.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya