Berita

Arief Poyuono/RMOL

Bisnis

Arief Poyuono:

Integrasi Industri Sawit dan Pendidikan Penting Buat Topang Ekonomi

RABU, 16 JULI 2025 | 03:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Dewan Pembina Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia, Arief Poyuono menyatakan bahwa industri sawit harus memiliki integrasi dengan dunia pendidikan.

"Integrasi ini bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang siap memenuhi kebutuhan industri sawit  sekaligus mendorong produksi kelapa sawit yang bertanggung jawab dan berkelanjutan," ujar Arief dalam keterangannya, Rabu, 16 Juli 2025.

Lanjut dia, Sekolah Teknik Menengah Perkebunan Sawit sebagai usulan dari Asosiasi Petani Plasma Kelapa Sawit Indonesia merupakan program pendidikan dirancang untuk menggabungkan teknologi terkini dan praktik terbaik dalam budidaya, pengolahan, dan pengelolaan minyak sawit. Ini mencakup topik-topik seperti metode pertanian berkelanjutan, teknik pemanenan yang efisien, dan pengolahan minyak sawit dan produk sampingannya yang bernilai tambah


"Para siswa Sekolah Menengah Teknik Perkebunan Sawit akan  mengikuti program pendidikan di sekolah dan  program magang dan pelatihan praktis di perkebunan kelapa sawit, pabrik pengolahan, dan fasilitas penelitian. Pengalaman langsung ini memungkinkan mereka menerapkan pengetahuan teoretis dan mengembangkan keterampilan praktis," jelasnya.

Menurut Arief, integrasi ini dapat menghasilkan tenaga kerja yang lebih terampil dan berpengetahuan, peningkatan produktivitas dan efisiensi dalam industri minyak sawit, serta fokus yang lebih besar pada produksi minyak sawit yang berkelanjutan serta bertanggung jawab. Ke depan hal ini bisa menjadikan industri sawit sebagai Industri utama di Indonesia yang akan menunjang pembangunan dan perekonomian Nasional 

"Industri Sawit yang berkelanjutan sangat penting terus dikembangkan apalagi Industri migas Indonesia menghadapi tantangan ganda, penurunan produksi dan transisi energi global dan Indonesia sudah menjadi negara importir minyak dan gas yang membebani fiskal (keuangan negara). Karena pemerintah harus mengeluarkan anggaran besar untuk membiayai impor tersebut belum lagi korupsi impor tata kelola minyak mentah yang membebani perekonomian nasional dan rakyat selama ini," beber dia.

Selain itu, masih kata Arief, Presiden Prabowo ingin mengembangkan dan  menambah penanaman kelapa sawit di Indonesia dengan mengatakan Prabowo tak perlu takut dianggap melakukan deforestasi karena menanam sawit. Dia kemudian meminta pemerintah daerah dan aparat TNI-Polri untuk menjaga kebun-kebun sawit.

"Prabowo harus melakukan perubahan fungsi kawasan hutan jangan hanya hutan produksi, konservasi dan hutan lindung. Prabowo harus menjadikan kawasan hutan dengan fungsi hutan tanaman pangan dan energi terbarukan yang berkelanjutan, sehingga Eropa tidak membatasi impor produk terkait kelapa sawit Indonesia," tandasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya