Berita

mantan Ketua Umum PKC PMII pertama, yang juga aktivis lingkungan NU, Anwar Sjani/Ist

Politik

Kader HMI Tak Perlu Baper dengan Candaan Cak Imin

SELASA, 15 JULI 2025 | 23:41 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang menyindir Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) baru-baru ini menjadi sumber kegeraman para kader Hijau Hitam.

Menurut mantan Ketua Umum PKC PMII pertama, yang juga aktivis lingkungan NU, Anwar Sjani, para kader HMI tak perlu terbawa perasaan alias baper dengan guyonon ala Cak Imin tersebut.

"Perdebatan yang belakangan ramai di media sosial antara kader HMI dan PMII, menyusul candaan Cak Imin dalam forum internal PMII, seharusnya disikapi dengan kepala dingin. Sebagai kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), organisasi mahasiswa tertua dan terbesar yang telah berdiri sejak 1947, sudah semestinya kita menunjukkan sikap yang matang, dewasa, dan proporsional," ucap Anwar dalam keterangannya, Selasa malam, 15 Juli 2025.


Lanjut dia, HMI telah melahirkan ribuan tokoh bangsa, turut mengawal dinamika politik, sosial, hingga peradaban Indonesia dari masa ke masa. Maka, mempermasalahkan kelakar yang jelas-jelas disampaikan dalam konteks internal dan penuh nuansa candaan khas NU, justru menunjukkan ketidaksiapan sebagian dari kita dalam menyaring hal-hal yang substansi dan mana yang bukan.

"Perlu dicatat, gaya komunikasi warga Nahdlatul Ulama kerap kali penuh satire, canda, dan spontanitas. Candaan Cak Imin bukanlah upaya merendahkan, melainkan refleksi dari pengalaman sosial yang mungkin ia temui. Jika kita benar-benar percaya bahwa HMI adalah kawah candradimuka yang mencetak kader intelektual dan petarung peradaban, maka reaksi kita seharusnya tidak emosional, apalagi penuh kebencian," jelasnya.

Anwar mencatat tanggapan yang berlebihan, seperti yang disampaikan Demisioner Ketua Umum PB HMI, Arif Rosyid terkesan reaksioner. 

"Padahal menurut hemat saya, suatu organisasi kemasyarakatan terutama yang melebelkan dirinya organisasi kemahasiswaan termasuk seluruh kadernya memegang teguh nilai dan prinsip, bukan sentimen yang dangkal, terlebih lagi mangajarkan untuk membalas dengan menyebar sentimen balik atau membuka isu lama," ungkap dia.

Masih kata Anwar, justru momen ini seharusnya menjadi refleksi bagi kita semua. Sudah sejauh mana kader-kader HMI hari ini hadir memberi solusi, bukan hanya terlibat dalam narasi perebutan pengaruh? 

"Sudah sejauh mana kita mengedepankan kontribusi nyata bagi bangsa, bukan hanya sibuk mencari posisi, pengaruh, atau keuntungan pribadi? Karena yang terpenting bukanlah dari mana seseorang memulai perjuangannya. Tapi mau ke mana ia membawa pemikiran, idealisme, dan baktinya," pungkas dia.

Dalam acara pengukuhan PB IKA PMII periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Fathan Subchi di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu malam, 13 Juli 2025, Cak Imin begitu membanggakan perjuangan para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang selalu tumbuh dari bawah dan secara tidak langsung menyinggung HMI.

"Nggak ada PMII, nggak tumbuh dari bawah, kalau ada yang tidak tumbuh dari bawah pasti bukan PMII, pasti itu HMI," seloroh Cak Imin.  

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Siswa Sekolah Rakyat akan Dilatih 1.000 Taruna Akmil

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:21

Jokowi Pilih Lampung sebagai Awal Safari karena Tanah Tak Bertuan

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:41

OTT Bupati Langkat Temukan 55 Keping Platinum Senilai Rp40 Miliar Lebih

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:16

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

Minggu, 05 Juli 2026 | 17:07

Komedian Narji Bikin Khitanan Massal PSI Diserbu Anak-Anak

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:52

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei Absen di Pemakaman Ayahnya

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:26

Sudah Ada Perpres, Pakar: Promosi LGBT di Medsos Bisa Berujung Pengadilan

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:13

PM Singapura Dijadwalkan Bertemu Presiden Prabowo Besok

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:08

Pemerintah Perkuat Literasi Siber Antisipasi Ancaman AI dan Hoaks

Minggu, 05 Juli 2026 | 16:01

Daftar Lengkap 16 Negara yang Lolos ke Babak 16 Besar

Minggu, 05 Juli 2026 | 15:55

Selengkapnya