Berita

Politikus senior PDIP Aria Bima/RMOL

Politik

Politikus PDIP Peringatkan Jokowi Tak Perkeruh Kondisi Bangsa

SELASA, 15 JULI 2025 | 16:54 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Politikus senior PDIP Aria Bima menanggapi pernyataan Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi yang menyebut ada agenda besar politik di balik polemik ijazah dan upaya pemakzulan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Ya, itu subjektif Pak Jokowi ya. Tentang settingan atau agenda besar, monggo-monggo saja ya,” kata Aria Bima di Gedung Nusantara II, Komplek DPR RI, Senayan, Selasa, 15 Juli 2025.

Meski begitu, Aria Bima menyarankan Jokowi untuk memahami kondisi bangsa saat ini, bukan malah mengeluarkan pernyataan yang tidak perlu.


“Tapi saran saya, Pak Jokowi tentunya memahami kondisi bangsa, kondisi rakyat saat ini, bagaimana kelesuan ekonomi, daya beli, pengangguran, dan kesulitan rakyat yang demikian kompleks,” kata Aria Bima.

“Butuh adanya suatu pemimpin yang memberikan dorongan dan semangat terhadap problem dinamika bangsa ini,” sambungnya.

Menurut Aria Bima, saat ini rakyat Indonesia membutuhkan support besar untuk bangkit dari berbagai tantangan dan kendala.

“Jangan justru rakyat diberikan beban untuk memikirkan pemimpin-pemimpinnya. Saya percaya Pak Jokowi bisa menyampaikan narasi yang lebih menjadi negarawan, dengan suksesnya beliau 10 tahun memimpin negara dan bangsa ini,” kata Aria Bima.

Aria Bima mengatakan, sebagai negarawan, Jokowi seharusnya bijak dan tepat serta memberikan semangat juga dorongan kepada elite politik dan rakyat dalam mengatasi persoalan yang ada.

“Jadi saya melihat, jangan rakyat justru diberi PR untuk memikirkan hal-hal yang terjadi di masing-masing individu pemimpin yang ada,” tutup Aria Bima.


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya