Berita

Presiden AS, Donald Trump/Net

Dunia

Demi Lindungi Ukraina, Trump Janji Kirim Senjata Terbaik ke NATO

SELASA, 15 JULI 2025 | 12:25 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan bahwa AS akan mengirim senjata terbaik ke NATO untuk memperkuat dukungan terhadap Ukraina di tengah perang yang masih berlanjut dengan Rusia. 

Pernyataan ini disampaikan Trump dalam konferensi pers bersama Sekretaris Jenderal NATO yang baru, Mark Rutte, di Gedung Putih pada Senin waktu setempat, 14 Juli 2025.

"Kami telah membuat kesepakatan hari ini di mana kami akan mengirimkan senjata kepada mereka, dan mereka akan membayarnya," kata Trump, seperti dimuat BBC


Presiden AS itu menjelaskan bahwa senjata yang dijual ke negara Anggota NATO akan segera dikirim untuk mengamankan Ukraina di medan perang. 

"Ini adalah peralatan militer senilai miliaran dolar yang akan dibeli dari Amerika Serikat, untuk NATO, dan akan segera didistribusikan ke medan perang," jelasnya.

Peralatan militer yang dimaksud termasuk sistem pertahanan udara canggih seperti baterai rudal Patriot, yang telah lama diminta oleh Ukraina guna menangkal serangan udara Rusia.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga menyampaikan peringatan keras kepada Moskow. Ia mengancam akan mengenakan tarif berat sebesar sekitar 100 persen terhadap Rusia jika Kremlin tidak menyepakati penghentian perang dalam waktu 50 hari.

"Saya sangat tidak senang dengan Rusia. Jika tidak ada kesepakatan dalam waktu 50 hari, kami akan memberlakukan tarif berat, dan itu bisa sekitar 100 persen," tegas Trump.

Pemerintah AS juga menyatakan akan memberlakukan sanksi sekunder kepada negara-negara yang terus membeli minyak dari Rusia jika perundingan damai tidak menunjukkan kemajuan.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyampaikan rasa terima kasihnya atas langkah Washington. Dalam pernyataan resminya, ia menyebut Trump telah menunjukkan kesediaan untuk melindungi rakyat Ukraina.

"Saya bersyukur atas kesiapan Presiden AS untuk membantu melindungi nyawa rakyat kita," kata Zelensky. Ia juga menambahkan bahwa Kyiv saat ini tengah mengerjakan perjanjian pertahanan besar dengan Amerika.

Zelensky diketahui juga telah bertemu dengan utusan khusus AS Keith Kellogg di Kyiv untuk membahas jalan menuju perdamaian, termasuk penguatan pertahanan udara, produksi senjata bersama, dan pengadaan peralatan militer bekerja sama dengan negara-negara Eropa.

Pengamat menilai bahwa pernyataan Trump menunjukkan perubahan signifikan dalam sikapnya terhadap konflik Ukraina-Rusia. 

Sebelumnya, Trump sempat menyalahkan Ukraina sebagai pihak yang memicu perang dan bersitegang dengan Zelensky dalam sebuah pertemuan di Gedung Putih, menyebut bahwa Kyiv sedang berjudi dengan Perang Dunia Ketiga.

Namun kali ini, nada bicaranya terhadap Moskow jauh lebih keras. Ia bahkan menyinggung komunikasi pribadi dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Itu awalnya telepon yang menyenangkan. Tapi kemudian, rudal diluncurkan ke Kyiv atau kota lain, dan itu terjadi tiga atau empat kali. Saya tidak ingin mengatakan dia seorang pembunuh, tetapi dia orang yang tangguh," kata Trump.

Menanggapi pernyataan Trump, senator senior Rusia Konstantin Kosachev menuliskan di Telegram bahwa retorika Trump hari ini menunjukkan semangatnya telah berubah.

"Jika hanya ini yang ingin dikatakan Trump tentang Ukraina hari ini, maka semua semangatnya telah padam," tulis Kosachev dengan nada sinis.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Prabowo Bertemu Wakil Menteri Perang AS Elbrigde Colby, Bahas Apa?

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:22

Aksi Kocak dan Absurd dalam Film Kung Fu Soccer

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:18

KPK Panggil Pejabat Hingga Pegawai Pemkab Langkat

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:05

Polri Klarifikasi Rutan Bareskrim Disebut jadi Sarang Narkoba

Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:01

Legislator Nasdem Minta Negara Kasih Insentif ke Ibu Rumah Tangga

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:56

KPK Panggil Direktur Bank DBS Indonesia di Kasus TPPU Andhi Pramono

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:46

Lawyer Sebut Kasus Pelabuhan Tanjung Perak Sarat Kriminalisasi

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:29

UOB Geser Strategi, Fokus Garap Emerging Affluent dan Kebutuhan Nasabah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:26

Golkar Dukung Wakil Kepala Daerah Tak Dipilih Lewat Pilkada

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:22

24 Persen Penduduk Sumbang 56 Persen Konsumsi, Ekonom Soroti Kelas Menengah

Rabu, 12 Agustus 2026 | 15:03

Selengkapnya