Berita

Anggota Komisi I DPR RI Okta Kumala Dewi/Ist

Politik

Okta Kumala Dewi:

Joget Pacu Jalur Momentum Strategis Diplomasi Budaya RI

SENIN, 14 JULI 2025 | 20:08 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Viralnya joget Pacu Jalur, sebuah ekspresi budaya dari Kuantan Singingi, Riau, diapresiasi Anggota Komisi I DPR RI dari Fraksi PAN, Okta Kumala Dewi. Pasalnya, tren itu kini dikenal luas hingga ke mancanegara melalui berbagai platform digital.

“Ini menunjukkan bahwa budaya tradisional Indonesia memiliki daya tarik universal ketika dikemas secara kreatif dan relevan dengan zaman,” ujar Okta kepada wartawan, Senin 14 Juli 2025. 

Lebih lanjut, legislator Partai Amanat Nasional (PAN) itu mendorong Kementerian Luar Negeri (Kemlu), khususnya Direktorat Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik, untuk memaksimalkan peluang-peluang budaya viral seperti ini dalam memperkuat diplomasi budaya Indonesia di panggung internasional.


“Fenomena seperti ini adalah soft power yang sangat berharga," kata Okta.

Menurut Okta, kekayaan budaya Indonesia yang sangat beragam dapat menjadi kekuatan diplomatik global, asalkan dikemas dengan pendekatan kreatif dan kekinian sebagaimana yang terjadi pada tren Joget Pacu Jalur.

“Bayangkan jika lebih banyak budaya Indonesia yang dikemas seunik dan seotentik ini, bukan tidak mungkin dunia akan lebih mengenal Indonesia lewat jalur budaya yang menyenangkan,” kata Okta.

Di tengah ketegangan geopolitik global, Okta juga menegaskan bahwa diplomasi budaya dapat menjadi jembatan perdamaian dan alat koneksi antar masyarakat dunia.

“Budaya adalah bahasa universal. Di tengah ketidakpastian politik internasional, diplomasi budaya adalah cara damai untuk mengomunikasikan nilai-nilai kemanusiaan, membangun kedekatan antar masyarakat internasional, dan menciptakan citra positif Indonesia di mata dunia,” pungkas Okta.

Fenomena joget Pacu Jalur menjadi sorotan setelah viralnya penampilan seorang penari cilik bernama Rayyan Arkan Dikha atau dikenal sebagai “Anak Coki” dalam Festival Pacu Jalur di Kuantan Singingi, Riau. 

Gaya tariannya yang enerjik di ujung perahu menarik perhatian jutaan pengguna media sosial dan melahirkan tren baru bertajuk “Aura Farming” yang kemudian ditiru oleh berbagai kalangan, termasuk personel TNI dan tentara asing, hingga selebritas dunia maya. 

Fenomena ini tidak hanya memperkenalkan Pacu Jalur sebagai tradisi balap perahu khas Riau, tetapi juga menjadi contoh bagaimana budaya lokal dapat menembus batas global melalui kekuatan digital.




Populer

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

Paling Rumit kalau Ijazah Palsu Dipaksakan Asli

Jumat, 27 Februari 2026 | 02:00

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Empat Penjudi Sabung Ayam Nekat Terjun ke Sungai Usai Digerebek Polisi

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Maung Bandung dan Bajul Ijo Berbagi Poin di GBT

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:28

Umat Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Pernyataan Menag soal Zakat

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:59

Try Sutrisno dan Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:34

Iran Geram Kepemilikan Senjata Nuklir Israel Tak Disoal Dunia Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:08

Aparat Sita Amunisi hingga Uang Tunai Usai Rebut Markas DPO KKB

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:47

DPR Tugasi Bahtra Banong Bereskan Kasus Penipuan Travel di Sultra

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:19

Wamen Ossy: Pemanfaatan AI Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:00

Klaim Trump Incar Ali Khamenei untuk Bantu Rakyat Iran Cuma Bualan

Selasa, 03 Maret 2026 | 00:43

Selengkapnya