Berita

Partai Persatuan Pembangunan (PPP)/RMOLNetwork

Politik

Memanas, Mahkamah PPP Batalkan Muswilub Empat Wilayah

SABTU, 12 JULI 2025 | 11:40 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Internal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) kembali memanas setelah Plt Ketua Umum PPP, Mardiono menggelar Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) di Kepulauan Riau, Bali, Riau, dan Kalimantan Selatan.

Langkah tersebut langsung memantik reaksi para pimpinan Majelis PPP yang menuding Muswilub tersebut inkonstitusional. 

Para pimpinan majelis kemudian menggelar pertemuan di kediaman Ketua Majelis Kehormatan PPP, KH Zarkasih Nur di Ciputat, Tangerang Selatan.


"Di sana ada banyak inkonstitusional yang dilakukan oleh Plt Mardiono, kemudian sudah numpuk masalah yang inkonstitusional dan non organisatoris," ungkap Sekretaris Majelis Syariah, KH Fadlolan Musyaffa dalam keterangannya, Sabtu, 12 Juli 2025.

Menurut Fadlolan, tindakan Plt Mardiono menggelar Muswilub melanggar prinsip organisasi dan AD/ART partai dan kontraproduktif. Seharusnya menjelang Muktamar, seluruh energi partai diarahkan untuk konsolidasi dan penyatuan kader.

"Tapi justru ini tidak. Yang dilakukan malah mecah-mecah dan dilakukan non organisatoris. Setelah mendengar laporan dari majelis-majelis majelis pakar, majelis syariah, majelis pertimbangan, majelis kehormatan. Kami berpandangan muswilub itu tadi (dibatalkan)," imbuh Fadlolan.

Sementara itu, Ketua Majelis Kehormatan Partai, KH Zarkasih Nur membenarkan Mahkamah Partai telah melakukan langkah pembatalan Muswilub.

Menteri Negara Koperasi dan UKM era Presiden Gus Dur ini menyebutkan, penolakan Muswilub juga mencerminkan aspirasi dari pengurus DPW.

"Saya kira begitu. Nanti juga akan ketemu Plt ketum untuk menyampaikan pendapat hukum mahkamah partai," katanya.

Mahkamah Partai resmi membatalkan Muswilub di Kepri, Bali, Riau, dan Kalsel. Keputusan ini diambil karena pelaksanaan Muswilub tidak sesuai ketentuan Anggaran Dasar Pasal 63 tentang Musyawarah Wilayah Luar Biasa.

Mahkamah Partai juga memerintahkan Pengurus Harian DPP PPP agar dalam setiap kebijakan tetap berpegang pada UU 2/2011 tentang Partai Politik dan Pasal 19 ayat (1) huruf a Anggaran Dasar PPP yang menegaskan bahwa tugas Pengurus Harian DPP melaksanakan AD/ART, keputusan Muktamar, Musyawarah Kerja Nasional, serta keputusan lainnya yang ditetapkan secara sah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya