Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/Ist

Politik

Dorong Perluasan Pasar di Tengah Tekanan Tarif AS, Airlangga Genjot Finalisasi IEU-CEPA

JUMAT, 11 JULI 2025 | 13:25 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah tekanan tarif 32 persen dari Amerika Serikat, pemerintah Indonesia tengah memperluas pasar ekspor ke negara-negara mitra strategis, termasuk Uni Eropa.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto saat ini terus mendorong percepatan penyelesaian perjanjian perdagangan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dengan mengadakan pertemuan virtual bersama Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan dan Keamanan Ekonomi, Maros Sefcovic.

Pertemuan yang digelar secara virtual itu berlangsung pada Rabu 9 Juli 2025, di sela-sela agenda Menko Airlangga di Washington D.C., AS untuk negosiasi tarif.


Pertemuan tersebut menjadi tindak lanjut dari diskusi percepatan IEU-CEPA sebelumnya yang berlangsung di Brussels pada Juni 2025. 

“Kesepakatan melalui IEU-CEPA ini diyakini akan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan perdagangan dan investasi bilateral yang saling menguntungkan,” kata Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso dalam keterangan resmi pada Kamis, 10 Juli 2025 malam.

Indonesia dan Uni Eropa telah menegaskan kembali komitmennya untuk membangun kemitraan dagang dan investasi yang adil dan saling menghormati. 

Melalui CEPA, kedua pihak ingin membuka peluang bisnis lebih luas, meningkatkan kepastian hukum, serta memperkuat dialog strategis di sektor ekonomi.

Perundingan CEPA sendiri kini telah memasuki tahap akhir. Kedua pihak sedang merampungkan isu-isu teknis, menyusun penyesuaian akhir, dan merancang kerangka waktu yang lebih rinci agar IEU-CEPA segera dapat diratifikasi.

Komisioner Maros juga memaparkan bahwa proses ratifikasi IEU-CEPA di Uni Eropa akan lebih sederhana dibanding perjanjian lain. Cukup melalui persetujuan mayoritas Menteri Perdagangan negara-negara UE dan Parlemen Eropa, tanpa perlu disahkan satu per satu oleh parlemen nasional anggota UE.

Kedua pihak ini, kata Susiwijono sepakat mempercepat implementasi perjanjian, mengingat pentingnya memperluas akses pasar dan menjaga stabilitas ekonomi di tengah ketidakpastian global.

Adapun hubungan dagang Indonesia dan Uni Eropa terus mencatatkan tren positif. Pada 2024, total perdagangan kedua pihak tercatat mencapai 30,1 miliar Dolar AS (Rp488 triliun). 

Indonesia mencatat surplus perdagangan sebesar 4,5 miliar, Dolar AS, melonjak tajam dibandingkan 2,5 miliar Dolar AS pada tahun sebelumnya.

Uni Eropa sendiri saat ini merupakan mitra dagang terbesar kelima bagi Indonesia, sementara Indonesia menjadi mitra dagang ke-33 bagi Uni Eropa.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya