Berita

Riset pelestarian terumbu karang di Senya Coral Reef Ecology Research Institute/RMOL

Dunia

China Dorong Restorasi Terumbu Karang Dunia Lewat Riset dan Kolaborasi

KAMIS, 10 JULI 2025 | 04:19 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

China, melalui Senya Coral Reef Ecology Research Institute, menunjukkan komitmen pelestarian ekosistem laut global dengan fokus pada restorasi terumbu karang.

Menurut periset dari Senya Coral Reef Ecology Research Institute, Wu Chuanliang, terumbu karang merupakan ekosistem vital dalam menopang kehidupan manusia, baik sebagai sumber pangan laut maupun perekonomian masyarakat pesisir.

"Kerusakan terumbu karang terus meningkat akibat perubahan iklim dan aktivitas manusia. Padahal ini sangat penting bagi manusia," kata Wu Chuanliang di kantornya, Sanya, Haina, China, Rabu, 9 Juli 2025.


Dengan pengembangan riset dan teknologi, Senya Institute aktif mengajak peneliti dari berbagai negara untuk berkolaborasi dalam upaya restorasi.

"Sebagai bagian dari inisiatif ini, Senya Institute mengembangkan program riset laboratorium dengan teknologi, seperti pembiakan karang dan pemantauan ekosistem laut secara digital, guna mempercepat proses pelestarian," jelasnya.

Komitmen pelestarian terumbu karang juga rutin disuarakan pemerintah China dalam berbagai forum internasional.

Kunjungan RMOL ke Senya Coral Reef Ecology Research Institute merupakan rangkaian kegiatan 'Senior Officials Training Course on Blue Economy Development and Enviromental Protection for ASEAN countries' yang digelar China Institute for Reform and Development (CIRD) pada 2-22 Juli 2025.

Acara ini diikuti perwakilan dari beberapa negara, di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Liberia dan Kosta Rika.

Salah satu peserta Indonesia yang merupakan perwakilan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Anwar Rizal menyambut baik langkah yang dilakukan Senya Institute dalam pelestarian terumbu karang.

"Kami tentu mendapat pengetahuan baru untuk pelestarian terumbu karang, mengingat Indonesia merupakan kawasan Coral Triangle. Program dan teknologi dari Senya Institute diharapkan bisa dikerjasamakan dengan Indonesia," kata Anwar.   

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Bukti cuma Sarjana Muda, Kok Jokowi Bergelar Sarjana Penuh

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:00

RH Singgung Perang Bubat di Balik Sowan Eggi–Damai ke Jokowi

Jumat, 09 Januari 2026 | 20:51

UPDATE

SETARA Institute: Libatkan TNI Berantas Terorisme, Supremasi Sipil Terancam

Senin, 19 Januari 2026 | 16:15

KPK Amankan Uang Ratusan Juta saat OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:11

Kemenkum Harus Aktif Awasi Transisi KUHP

Senin, 19 Januari 2026 | 16:07

KPK Benarkan Tangkap Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 16:01

Noel Cs Didakwa Terima Rp6,52 Miliar Hasil Pemerasan Sertifikasi K3

Senin, 19 Januari 2026 | 15:54

Ada Peluang Revisi UU Pemilu Pakai Metode Omnibus

Senin, 19 Januari 2026 | 15:46

Jangan Batasi Ruang Belajar dan Kerja Diaspora

Senin, 19 Januari 2026 | 15:40

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Penundaan Revisi UU Pilkada Bisa Picu Persoalan Baru

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Pembahasan Revisi UU Pemilu Dibagi Dua Tahapan

Senin, 19 Januari 2026 | 15:19

Selengkapnya