Berita

Gambar tersebut menunjukkan pasukan dan tank Israel dikerahkan di dekat perbatasan dengan Jalur Gaza pada 8 Juli 2025/Net

Dunia

AS Kucurkan Rp24 Triliun untuk Bangun Pangkalan dan Gudang Amunisi di Israel

RABU, 09 JULI 2025 | 15:14 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Amerika Serikat tengah menjalankan proyek pembangunan militer besar-besaran di Israel dengan nilai lebih dari 1,5 miliar dolar AS atau sekitar Rp24 triliun.

Dokumen yang baru dirilis dari Korps Zeni Angkatan Darat AS mengungkap bahwa proyek ini mencakup pembangunan pangkalan udara, hanggar helikopter, fasilitas penyimpanan amunisi, serta pusat komando, termasuk markas baru untuk unit elit komando angkatan laut Israel, Shayetet 13.

Inisiatif ini didanai melalui paket bantuan tahunan senilai 3,8 miliar dolar AS yang telah disepakati sejak era pemerintahan Presiden Barack Obama pada 2016. 


Meski pendanaan berasal dari AS, banyak dari pekerjaan konstruksi dikontrakkan kepada perusahaan-perusahaan Israel.

"Proyek ini merupakan bagian dari upaya memperkuat infrastruktur pertahanan Israel dalam menghadapi ancaman regional," bunyi laporan Haaretz, seperti dikutip pada Rabu, 9 Juli 2025. 

Menurut laporan tersebut, lebih dari 20 proyek individu sedang berjalan atau akan segera dimulai, dengan nilai proyek aktif mencapai lebih dari 250 juta dolar AS dan proyek masa depan diperkirakan melebihi 1 miliar dolar AS. 

Sebagian besar tender resmi diberikan kepada perusahaan-perusahaan Amerika, namun banyak proyek dijalankan dengan identitas samaran guna merahasiakan lokasi pastinya.

Bantuan AS juga mencakup dukungan untuk pesawat CH-53K dan tanker udara KC-46 Pegasus yang baru dibeli Israel. Pada titik tertentu, tender senilai 900 juta dolar AS bahkan diarahkan untuk fasilitas peningkatan armada jet tempur F-15IA dan F-35.

Peningkatan bantuan ini menimbulkan pertanyaan, terutama mengingat laporan bahwa AS telah menghabiskan lebih dari 22 miliar dolar AS untuk bantuan militer ke Israel sejak Oktober lalu. 

“Angka sebenarnya kemungkinan jauh lebih tinggi,” demikian laporan tersebut menekankan.

Peningkatan belanja militer ini muncul di tengah kritik tajam dari dalam negeri AS terhadap dukungan militer terhadap Israel, terutama akibat agresi yang berlangsung di Gaza yang menurut laporan telah menewaskan lebih dari 57.000 warga Palestina.

“Di saat rakyat Amerika menyerukan penghentian penjualan senjata, pemerintah malah menggandakan dukungan infrastruktur militer,” ujar seorang analis kebijakan luar negeri yang tak disebutkan namanya dalam laporan.

Proyek-proyek ini direncanakan bahkan sebelum agresi Israel terhadap Iran selama 12 hari terakhir. Serangan tersebut menyebabkan tewasnya sejumlah komandan senior, ilmuwan nuklir, dan warga sipil di Iran, yang kemudian dibalas dengan rentetan rudal dan drone Iran dalam operasi “True Promise III”.

Pada hari Selasa, 8 Juli 2025, seorang pejabat militer Israel untuk pertama kalinya mengakui bahwa serangan udara Iran berhasil menghantam sejumlah lokasi militer di wilayah pendudukan Israel selama perang tersebut. 

Citra satelit yang dianalisis oleh peneliti Oregon State University juga menunjukkan bahwa lima fasilitas militer dihantam rudal Iran.

Kerusakan ini bahkan meliputi Institut Sains Weizmann yang memiliki afiliasi dengan militer Israel, dan yang sempat dikunjungi anggota parlemen Israel pada Minggu lalu.

Ditekan oleh kerugian besar dan kekuatan balasan Iran, Israel akhirnya menerima gencatan senjata yang dimediasi AS pada 24 Juni.

Populer

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

Jokowi Lebih Jago dari Shah Ruh Khan soal Main Drama

Senin, 23 Februari 2026 | 03:31

Gibran Jadi Kartu Mati Prabowo di Pilpres 2029

Minggu, 22 Februari 2026 | 03:02

PKB Kutuk Pembunuhan Ali Khamenei dan Desak PBB Jatuhkan Sanksi ke Israel-AS

Minggu, 01 Maret 2026 | 18:07

UPDATE

Empat Penjudi Sabung Ayam Nekat Terjun ke Sungai Usai Digerebek Polisi

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:59

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Maung Bandung dan Bajul Ijo Berbagi Poin di GBT

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:28

Umat Jangan Tergesa-gesa Simpulkan Pernyataan Menag soal Zakat

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:59

Try Sutrisno dan Gerakan Kembali ke UUD 1945 Asli

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:34

Iran Geram Kepemilikan Senjata Nuklir Israel Tak Disoal Dunia Internasional

Selasa, 03 Maret 2026 | 02:08

Aparat Sita Amunisi hingga Uang Tunai Usai Rebut Markas DPO KKB

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:47

DPR Tugasi Bahtra Banong Bereskan Kasus Penipuan Travel di Sultra

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:19

Wamen Ossy: Pemanfaatan AI Tunjang Pengelolaan Data Pertanahan

Selasa, 03 Maret 2026 | 01:00

Klaim Trump Incar Ali Khamenei untuk Bantu Rakyat Iran Cuma Bualan

Selasa, 03 Maret 2026 | 00:43

Selengkapnya