Berita

Politik

Adhie Massardi Usul Jokowi Dikirim ke Lapas Cebongan

SENIN, 07 JULI 2025 | 00:46 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menyarankan mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak dikirim ke Lapas Sukamiskin atau Nusakambangan jika terbukti bersalah di pengadilan.

Menurutnya, Lapas Cebongan lebih cocok untuk Jokowi meski Lapas Sukamiskin sering digunakan untuk koruptor, dan Nusakambangan dikenal punya pengamanan cukup ketat.

"Menurut saya untuk Joko Widodo ini saya punya tempat yang bagus dan pas yaitu di Lapas Cebongan di Sleman. Sehinga bisa ingat raja cebong ada di situ," kata Adhie saat live talkshow "Mengapa Jokowi Harus Diadili?" di RMOLTV, Minggu 6 Juli 2025. 


Tak perlu pusing kalau pun Lapas Cebongan ada kekurangan padahal ada mantan presiden yang menjalani hukuman di sana. Kata Adhie cukup dilakukan perbaikan.

Dan yang jelas, bagi Adhie, keberadaan Lapas Cebongan seolah menjadi isyarat dari Tuhan menjadi penjara bagi raja cebong menjalani hukuman.

"Saya berpikir Tuhan ini sudah menyiapkan tempat (tahanan)-nya sebetulnya, tinggal kita melaksanakan yang sudah digariskan Tuhan apa nggak? Jadi kita nggak usah pusing-pusing gimana penjaranya, tinggal (lapas Cebongan) dibenahin saja," kata Adhie.

"Tapi tempatnya kan sudah pas. Jadi Joko Widodo karena terbukti melakukan pelanggaran terus divonis, lalu dihukum di penjara Cebongan," pungkas Adhie Massardi.

Selain soal Lapas Cebongan pas untuk Jokowi, Adhie Massardi bicara panjang tentang alasan mengapa mantan presiden 2014-2024 itu perlu dihadapkan ke pengadilan. Pandangan lengkap Adhie bisa disimak dengan menekan gambar butang pada foto insert di atas.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

Suap ke Pejabat ATR/BPN Berawal PT Summarecon Agung Tbk Caplok Lahan Warga

Selasa, 29 September 2026 | 14:21

Prabowo Panggil Mendikti Saintek hingga Kepala BNN, Bahas Pengentasan Narkoba

Selasa, 29 September 2026 | 14:18

BI Ungkap Biang Kerok Rupiah Jeblok ke Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 29 September 2026 | 14:11

Pimpinan DPR Setuju Komisi XIII Periksa Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 14:00

Tangis Mahathir Mohamad Pecah Saat Mengantar Istri ke Peristirahatan Terakhir

Selasa, 29 September 2026 | 13:52

Prabowo-Megawati Bakal Bertemu Lagi, Dasco: Nasi Gorengnya Belum Keluar

Selasa, 29 September 2026 | 13:51

Sistem Pemungutan Pajak Digital Luar Negeri sudah Beroperasi

Selasa, 29 September 2026 | 13:48

Bitcoin Masih Stabil Meski Harga Minyak Naik Tajam

Selasa, 29 September 2026 | 13:45

Pekan Ini DPR Bertemu Parpol Non-Parlemen Bahas RUU Pemilu

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

KRI Sriwijaya-100 Bakal Dimodifikasi Dukung Penanganan Bencana

Selasa, 29 September 2026 | 13:36

Selengkapnya