Berita

Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Hendra Gunawan (kiri)/RMOL

Bisnis

Kementerian ESDM Komit Gandeng Swasta Gerakkan Transformasi ESG Industri Nikel

JUMAT, 04 JULI 2025 | 22:29 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen menggandeng swasta untuk menjadi motor penggerak Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam industri nikel. 

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Hendra Gunawan dalam kick off Harita Nickel Journalism Award 2025 yang dirangkai diskusi di Hotel AONE, Jalan KH Wahid Hasyim, Kebon Sirih, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat, 4 Juli 2025.

Hendra menjelaskan, acara yang diberi tajuk "Uncovering ESG Transformation in Indonesia's Nickel Mining Industry" Itu memberikan kontribusi positif bagi program ESG yang digalakkan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. 


"Mari kita jadikan momentum ini sebagai penggerak transformasi ESG yang nyata dalam industri mineral Indonesia demi mendukung pembangunan berkelanjutan yang bermanfaat bagi generasi ini dan mendatang," ujar Hendra.

Dia menjelaskan, Indonesia memiliki sumber daya mineral beragam, di antaranya nikel, bauksit, timah, emas, perak, dan besi. Semuanya itu memiliki peran penting dalam pembangunan infrastruktur dan teknologi mendukung transisi energi.

"Kita memiliki keunggulan cadangan terbesar untuk tanah dan nikel, selanjutnya bauksit dan tembaga. Saat ini cadangan nikel sebesar 5,3 miliar ton ore dan 18,5 miliar ton ore sumber daya dan cadangan," urainya.

Lebih rinci, Hendra menyebutkan sumber daya mineral tersebut ada di sebagian wilayah Indonesia, utamanya di bagian timur Indonesia sehingga menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pemerintah di tengah permintaan yang tinggi.

"Misalnya untuk pasar nikel saat ini mengalami tantangan tarif Amerika Serikat berdampak pada ekspor nikel primer. Perang dagang di Timur Tengah mendukung harga, kondisi di China yang mendapatkan stimulus ekonomi dan rencana konsumsi, serta perang dagang memperoleh ekspor stainless steel," tutur Hendra.

"Kondisi ini menjadikan nilai kompetitif negara kita meningkat dengan mengelola tambang nikel yang lebih berkelanjutan, dan membangun hilirisasi dalam negeri lebih beragam untuk produk turunan nikel," sambungnya.

Pada tahun 2024, sektor pertambangan telah memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara bukan pajak atau PNBP mineral dan batu bara sebesar kurang lebih Rp140,46 triliun sekaligus menyerap sekitar 340 ribu tenaga kerja.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan penerimaan sektor pertambangan, Indonesia membutuhkan transformasi dan data kelola pertambangan yang merespons segala perubahan dan ketidakpastian dengan cepat. 

"Diharapkan industri nikel dapat bersifat agile, yaitu peningkatan responsif terhadap perubahan, peningkatan kualitas produk dan layanan, peningkatan kepuasan pelanggan, peningkatan efisiensi tim, dan peningkatan inovasi," ungkapnya.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Elite NU Harus Setop Jadikan Warga Nahdliyin Objek Politik Praktis

Rabu, 02 September 2026 | 01:48

Gus Alex Pernah Setor Pansus Haji DPR Lewat Teman Nusron Wahid, Segini Besarnya

Rabu, 02 September 2026 | 01:21

Raja Juli: Presiden Prabowo Pemimpin Tegas dalam Atasi Karhutla

Rabu, 02 September 2026 | 01:02

Setoran ke Ditjen Imigrasi Didalami KPK Lewat Pemeriksaan Staf KJRI Kuching

Rabu, 02 September 2026 | 00:47

Skema BLU Berisiko Tambah Beban Birokrasi Tata Kelola Sektor Energi

Rabu, 02 September 2026 | 00:23

Harga Pertamax Green 95 Disesuaikan dan Mulai Berlaku 2 September 2026

Rabu, 02 September 2026 | 00:01

Menko Polkam Ajak Seluruh Sektor Serius Tangkal DFK di Medsos

Selasa, 01 September 2026 | 23:40

BP Batam Pilih Tak Bergantung dengan APBN

Selasa, 01 September 2026 | 23:18

Lobi Fuad Hasan Masyhur Berujung Persetujuan Jokowi soal Tambahan Kuota Haji 2022

Selasa, 01 September 2026 | 23:15

Dua Tahun Kabinet Merah Putih, Sandiaga Uno Dinilai Layak Masuk Kabinet

Selasa, 01 September 2026 | 22:29

Selengkapnya