Berita

Presiden AS, Donald Trump/Net

Dunia

Trump Prediksi Hamas Umumkan Gencatan Senjata dalam 24 Jam

JUMAT, 04 JULI 2025 | 12:50 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa dunia kemungkinan akan mengetahui dalam 24 jam ke depan bagaimana Hamas akan merespons proposal gencatan senjata Washington untuk mengakhiri perang di Gaza.

“Dalam sehari ke depan, kita akan tahu apakah Hamas akan menyetujui gencatan senjata atau tidak,” ujar Trump dalam sebuah pernyataan, seperti dimuat Associated Press pada Jumat, 4 Juli 2025. 

Proposal yang diajukan Amerika Serikat mencakup gencatan senjata selama 60 hari, yang dimaksudkan sebagai jembatan menuju negosiasi damai permanen. Trump sebelumnya mengumumkan bahwa Israel telah menyetujui persyaratan dari kesepakatan itu pada Selasa, 2 Juli 2025. 


Namun, di tengah meningkatnya tekanan internasional dan pemboman intensif Israel, Hamas masih menuntut jaminan yang lebih kuat bahwa gencatan senjata itu akan benar-benar mengarah pada berakhirnya perang.

“Hamas mencari jaminan yang jelas bahwa gencatan senjata pada akhirnya akan mengarah pada berakhirnya perang. Tanpa hal itu, mereka belum bisa memberikan jawaban," kata seorang sumber yang dekat dengan kelompok itu kepada media. 

Negosiasi saat ini dimediasi oleh Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat, dengan tekanan besar terhadap semua pihak untuk mencapai kesepakatan. Dua pejabat Israel mengatakan bahwa pihaknya masih mendiskusikan detail terakhir proposal tersebut.

Jika respons Hamas bersifat positif, Israel siap untuk melanjutkan perundingan secara tidak langsung. 

“Delegasi Israel siap untuk berpartisipasi dalam pembicaraan tidak langsung untuk menyelesaikan kesepakatan,” kata seorang pejabat senior Israel yang dekat dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Sementara itu, perang di lapangan terus berlangsung. Sedikitnya 59 warga Gaza dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel pada hari yang sama saat pembicaraan damai berlangsung.

Proposal yang dibahas mencakup pembebasan bertahap 10 sandera Israel yang masih hidup serta pengembalian jenazah 18 orang lainnya, sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina di penjara-penjara Israel.

Saat ini, sekitar 50 sandera diyakini masih ditahan di Gaza, dengan 20 di antaranya diperkirakan masih hidup.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

40 Warga Binaan Sumsel Dipindah ke Nusakambangan

Jumat, 22 Mei 2026 | 22:33

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

UPDATE

Polisi seperti Tidak Mampu Tangani Begal

Minggu, 24 Mei 2026 | 06:05

Klub Milik Kaesang Turun Kasta

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:27

Hormati Ritual Haji, Trump Tunda Serang Iran

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:14

Jokowi Tak Pernah Diperiksa APH Meski Namanya Sering Disebut Pejabat Korupsi

Minggu, 24 Mei 2026 | 05:11

Kritikan Anies ke Prabowo Bagai Oase

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:26

Terkecuali Amerika

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:14

Amien Rais: Jokowi Lapar dan Haus Kekuasaan

Minggu, 24 Mei 2026 | 04:03

Wamen ESDM Minta PLN Percepat Pemulihan Listrik Pascablackout di Sumatera

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:38

Publik Diajak Peduli Alam dan Satwa Lewat Kompetisi IAPVC 2026

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:32

Modus Aseng "Menaklukan" Aparat agar Tambang Ilegal Tak Tersentuh Hukum

Minggu, 24 Mei 2026 | 03:01

Selengkapnya