Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Target Pertumbuhan Ekonomi Prabowo Terancam Gagal, Ini Sebabnya

KAMIS, 03 JULI 2025 | 14:04 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Kondisi sektor manufaktur Indonesia kian memprihatinkan. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Saleh Husin mengingatkan, anjloknya Purchasing Managers' Index (PMI) manufaktur berpotensi menggagalkan target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Peringatan ini disampaikan Saleh setelah rilis data S&P Global menunjukkan PMI manufaktur Indonesia turun ke level 46,9 pada Juni 2025. Angka tersebut menandai kontraksi selama tiga bulan berturut-turut, dan menjadi sinyal tekanan berat bagi sektor industri dalam negeri.

"Jangan sampai hari ini (PMI anjlok) terjadi menerus sampai ke kuartal berikut, akibatnya apa? Ya akibatnya nanti pertumbuhan ekonomi yang diinginkan Bapak Presiden itu tidak akan pernah tercapai," tegas Saleh dalam Kajian Tengah Tahun Indef 2025, dikutip Kamis, 3 Juli 2025.


Menurut mantan Menteri Perindustrian itu, tanpa langkah antisipatif yang konkret, kontraksi sektor industri akan berdampak luas pada perekonomian nasional. 

Penurunan prioritas terhadap sektor industri, kata Saleh, berisiko menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang besar.

"Kalau ini tidak diantisipasi dan dilakukan apa berbagai kebijakan-kebijakan saya kira ini akan sulit dan yang paling utama adalah adanya pemutusan hubungan kerja. Ini yang jangan sampai ini terjadi," tuturnya.

Saleh juga menyoroti pentingnya efisiensi belanja negara. Ia mengingatkan agar anggaran pemerintah diarahkan pada sektor-sektor produktif yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi secara nyata, bukan sekadar pengeluaran yang tidak memberikan efek berganda bagi perekonomian.

"Jangan sampai anggaran-anggaran yang justru dikeluarkan untuk hal-hal yang memang tidak produktif. Tetapi diarahkan mana yang produktif yang bisa menghasilkan efek domino dibanding belanja barang yang akibatnya hanya penyusutan dan tidak produktif," ujarnya.

Tanpa perbaikan dalam arah kebijakan fiskal dan industri, Saleh menilai mustahil pertumbuhan 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo bisa terealisasi. 

"(Tanpa hal tersebut) tidak menghasilkan apa-apa ya akibatnya ya itu ekonomi kita tidak akan tumbuh," tandasnya.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya