Berita

Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher/Ist

Politik

Politikus PKS Yakin Tidak Ada Nakes yang Sengaja Celakai Pasien

RABU, 02 JULI 2025 | 15:57 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Maraknya malapraktik dalam fasilitas kesehatan tidak melulu kesalahan tenaga medis. 

Pasalnya, Anggota Komisi IX DPR Netty Prasetiyani Aher meyakini seluruh tenaga medis tidak ada yang sengaja ingin mencelakakan pasiennya.

Hal itu disampaikan Netty ketika rapat kerja bersama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Majelis Disiplin Profesi (MDP), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), dan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) membahas tentang penyelesaian dugaan malapraktik dalam fasilitas pelayanan kesehatan. 


Netty mengatakan peran tenaga medis dan tenaga kesehatan sangat besar, dalam upaya penyelamatan nyawa, dan kemanusiaan, termasuk upaya memberikan peningkatan kualitas hidup manusia.

“Pasti ini adalah sebuah proses dan juga melibatkan sejarah panjang sampai hari ini. Sehingga kita percaya bahwa apa yang dilakukan oleh tenaga medis, tenaga kesehatan adalah sesuatu yang dilakukan dengan penuh integritas,” kata Netty.

Lanjut politikus PKS ini, seluruh dokter di Indonesia terikat dengan sumpah, disiplin serta tanggung jawab yang harus dipenuhi. 

“Oleh karena itu yang dilakukan oleh tenaga medis, tenaga kesehatan adalah sebuah ikhtiar. Yang diharapkan Pak Menteri pastinya semua sehat. Semuanya keluar dari perawatan dengan derajat kesehatan yang lebih baik,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa resiko medis dan kecelakaan medis, berbeda dengan adanya kelalaian dalam penanganan medis.

“Dan saya yakin tidak ada tenaga kesehatan, tidak ada tenaga medis yang sengaja ingin mencelakakan pasiennya Saya harus garis bawah itu, tidak ada yang pernah sengaja dan tidak ada yang ingin memiliki niat jahat mencelakakan pasiennya,” tutupnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya