Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Awal Juli Harga Bitcoin Masih Tertahan di Level 107.000 Dolar AS

SELASA, 01 JULI 2025 | 12:19 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Sejumlah pengamat menilai bahwa pertumbuhan harga mata uang kripto Bitcoin (BTC) saat ini terlalu lambat. Sejak beberapa waktu terakhir, Bitcoin terus berada di kisaran 100.000 Dolar AS tanpa banyak perubahan.

Pendiri Capriole Investments, Charles Edwards, mengomentari kondisi ini, mengungkapkan keresahan pelaku pasar kripto.

"Orang-orang bertanya-tanya kenapa Bitcoin tidak bergerak jauh dari angka 100.000 Dolar AS, padahal ada banyak ketakutan di pasar," ujarnya, dikutip dari Coin Telegraph, Selasa 1 Juli 2025.


Menurut Edwards, salah satu penyebabnya adalah para investor lama, yang disebut “Bitcoin OG” atau pemegang jangka panjang, telah menjual aset mereka ke pasar besar seperti Wall Street. Penjualan ini mulai terjadi sejak peluncuran produk investasi Bitcoin dalam bentuk ETF (Exchange-Traded Fund) pada Januari 2024.

Edwards juga membagikan grafik yang menunjukkan peningkatan jumlah pemegang Bitcoin baru, khususnya yang menyimpan aset selama enam bulan terakhir. Kelompok baru ini disebut sebagai gelombang baru dari perusahaan-perusahaan yang menyimpan Bitcoin sebagai cadangan kas.

“Dalam dua bulan terakhir, kelompok ini membeli Bitcoin dalam jumlah besar, bahkan melebihi jumlah yang dilepas investor lama selama 1,5 tahun terakhir,” jelasnya.

Ia memperkirakan perusahaan-perusahaan ini akan mendorong tren pembelian besar-besaran dan membuat pembahasan soal ETF tidak lagi jadi perhatian utama.

“Kita sekarang sudah masuk fase panas. Banyak perusahaan mulai ikut membeli,” tambahnya.

Sejumlah perusahaan baru juga mulai berinvestasi di Bitcoin, termasuk perusahaan real estat besar Cardone Capital, perusahaan milik Anthony Pompliano yang sedang bersiap IPO ProCap, perusahaan eksplorasi tambang Panther Metals, serta perusahaan tambang laut dalam asal Norwegia Green Minerals.

Jeff Mei, Chief Operating Officer dari platform kripto BTSE, menambahkan bahwa saat ini sebagian pedagang memilih untuk menjual untung menjelang tenggat pajak 9 Juli. Menurutnya, pasar belum punya kejelasan soal arah ekonomi, sehingga beberapa investor memilih melakukan lindung nilai (hedging).

“Banyak perusahaan publik mulai menambahkan Bitcoin ke dalam neraca keuangan mereka,” kata Mei. 

“Walaupun butuh waktu untuk membeli cukup banyak, kami perkirakan pasar akan stabil tahun depan karena lebih banyak investor jangka panjang mulai masuk," ujarnya.

Hingga Selasa pagi, harga Bitcoin masih berada di level 107.200 Dolar AS (sekitar Rp1,75 miliar) atau turun sekitar 1,19 persen.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Langsung Terbang ke Jakarta, Maukah Chatib Basri Ganti Purbaya?

Jumat, 05 Juni 2026 | 06:58

Ironis! Terima Penghargaan Negara tapi Terjerat Korupsi

Jumat, 05 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

UPDATE

Besok Pantura Jateng Diprediksi Banjir Rob Lebih Lama

Minggu, 14 Juni 2026 | 22:22

Turun Ke Kupang, Komut Pertamina Pastikan Pasokan Energi di Perbatasan Aman

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:47

Prabowo Terima Laporan Rosan soal Lonjakan Kepercayaan Investor Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:40

Masyarakat Harus Jaga Persatuan di Tengah Tekanan Ekonomi Global

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:26

Prabowo Kumpulkan Sejumlah Menteri di Kertanegara, Bahas Apa?

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:21

Ketum PKB: Politik Bukan Cuma Rebutan Kekuasaan!

Minggu, 14 Juni 2026 | 21:19

Wakapolri dan Akpol '90 Bakti Sosial dan Kesehatan Gratis

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:49

Tuan Guru Batak Kecam Eks Ketua BEM UGM yang Diduga Hina Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:32

PKB Jabar Fest Siapkan Kader Muda jadi Pemimpin Masa Depan

Minggu, 14 Juni 2026 | 20:31

KPK Buka Fakta Viral Foto Tumpukan Uang Valas Silmy Karim

Minggu, 14 Juni 2026 | 19:53

Selengkapnya