Berita

Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf/RMOLJabar

Politik

PKS Siap Masuk Koalisi Pemerintahan Prabowo

SELASA, 01 JULI 2025 | 06:56 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akhirnya mengubah haluan politiknya dengan menyatakan dukungan terhadap pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. PKS siap bergabung dalam koalisi pemerintahan Prabowo.

Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Presiden PKS, Al Muzzammil Yusuf, di Kota Bandung, Jawa Barat, Senin 30 Juni 2025.

Menurut Al Muzzammil, langkah ini bukan sekadar kalkulasi politik praktis, melainkan bentuk komitmen untuk berkontribusi langsung terhadap kesuksesan pemerintahan ke depan.


“Jika Pak Prabowo berhasil, maka seluruh rakyat Indonesia ikut merasakan kegembiraan itu. Tapi jika gagal, yang merasakan dampaknya juga seluruh rakyat. Karena itu kami ingin menjadi bagian dari upaya perubahan dan keberhasilan bangsa,” ujar Al Muzzammil, dikutip RMOLJabar, Senin 30 Juni 2025.

PKS menegaskan bahwa bergabung ke dalam koalisi pemerintah merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk menjaga posisi di parlemen, sekaligus meningkatkan efektivitas peran partai dalam pembangunan nasional.

“Kami ingin memperkuat persatuan bangsa, menjaga kursi yang sudah dimiliki, bahkan meningkatkan perolehan ke depan. Tapi lebih dari itu, kami ingin menjadi bagian dari solusi,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut dari pernyataan tersebut, jajaran elite PKS kini tengah menjajaki komunikasi resmi dengan Presiden Prabowo. Al Muzzammil mengonfirmasi bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Sekjen Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, untuk menjadwalkan pertemuan langsung.

“Presiden PKS, Sekjen, dan Bendahara Umum sudah bertemu dengan Dasco. Informasinya, hasil pertemuan itu sudah disampaikan kepada Pak Prabowo. Tinggal menyesuaikan jadwal beliau saja,” ungkapnya.

Meski belum ada jadwal pasti, PKS optimistis bahwa pertemuan akan segera terwujud setelah Presiden Prabowo kembali dari kunjungan luar negeri. Pertemuan tersebut akan menjadi ajang penyampaian dukungan resmi sekaligus memperkenalkan susunan kepengurusan baru partai.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya