Berita

Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha/RMOL

Politik

Kemenlu Sebut Ada 157 WNI Terancam Hukuman Mati

SENIN, 30 JUNI 2025 | 16:16 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Luar Negeri menyebut ada 158 Warga Negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di luar negeri.

Hal itu disampaikan Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Judha Nugraha ketika rapat kerja bersama Komisi I DPR mengenai sejumlah isu strategis di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Senin, 30 Juni 2025.

“Berdasarkan data terakhir Kemlu, betul ada 157 WNI yang saat ini on going terancam hukuman mati baik yang sifatnya masih dalam proses litigasi maupun yang sudah berstatus hukum tetap atau inkrah,” kata Judha dalam rapat.


Ia mengurai dari 157 WNI yang bermasalah itu sebarannya 147 WNI ada di Malaysia, 3 di Uni Emirat Arab, 2 di Arab Saudi, 4 di Laos, dan 1 di Vietnam.

Dari total 157 tersebut jenis kasusnya 111 di antaranya adalah kasus peredaran narkotika dan 46 kasus pembunuhan. 

“Terkait hal tersebut, upaya upaya yang dilakukan oleh kemlu pertama kita sudah memiliki keputusan menlu mengenai pedoman penanganan kasus WNI yang terancam hukuman mati,” ucapnya.

Ia mengatakan dari pedoman tersebut dipastikan bahwa setiap WNI yang mendapatkan hukuman mati akan diberikan perlindungan hukum dari pemerintah.

“Jadi retainer lawyer sudah kita miliki baik di Malaysia maupun di Saudi utamanya,” tutupnya.

Populer

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cek Siaran Langsung Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026

Selasa, 22 September 2026 | 02:21

DPRD DKI Apresiasi Kebijakan Penutupan TPS Ilegal

Selasa, 22 September 2026 | 02:01

Indonesia Rebut 7 Medali di Aichi-Nagoya

Selasa, 22 September 2026 | 01:42

Ditjen AHU Perkuat Pengawasan Korporasi

Selasa, 22 September 2026 | 01:23

Wamendagri Ribka Haluk Berduka Tiga ASN Jadi Korban KKB

Selasa, 22 September 2026 | 01:01

Hasil Audit BPK Ditunggu dalam Kasus Toba Pulp Lestari

Selasa, 22 September 2026 | 00:37

Tiga Bulan Nganggur, Karyawan De Club Arjuna Geruduk Balai Kota

Selasa, 22 September 2026 | 00:26

Kejagung Periksa Dirut PT Migas Kota Bekasi terkait Dugaan Korupsi KSO

Selasa, 22 September 2026 | 00:01

80 Negara Siap Hadapi Wajib Sertifikasi Halal

Senin, 21 September 2026 | 23:47

KPK Harus Periksa Nusron Wahid demi Kepastian Hukum

Senin, 21 September 2026 | 23:31

Selengkapnya