Berita

Peneliti Indef Ahmad Heri Firdaus/Rep

Politik

Penutupan Selat Hormuz Potensi Ganggu Rantai Pasok hingga Krisis Fiskal

MINGGU, 29 JUNI 2025 | 19:10 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Ancaman penutupan Selat Hormuz di Iran akan menimbulkan gangguan rantai pasok, baik energi maupun pangan di dunia. 

Demikian disampaikan peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Ahmad Heri Firdaus dalam menyikapi dampak negatif dari perang antara Iran dan Israel.

“Ancaman penutupan Selat Hormuz akan menimbulkan gangguan rantai pasok,” kata Heri dalam diskusi virtual yang digagas Indef bertema "Dampak Perang Iran-Israel Terhadap Perekonomian Indonesia”, Minggu 29 Juni 2025.


Ia mengurai gangguan rantai pasok di dunia itu salah satunya dari sisi infrastruktur logistik seperti pelabuhan pipa minyak dan lain-lain. 

“Kalau misalnya infrastruktur mengalami kerusakan atau terganggu maka ini akan berdampak pada ekspor dan impor di Kawasan, termasuk pangan dan energi,” kata Heri.

Selain itu, kata Heri, akan terjadi depresiasi mata uang negara-negara di sekitar konflik, seperti mengalami depresiasi nilai tukar akibat ketidakpastian.

“Karena ada capital outflow. Jangan sampai merembet ke Indonesia terjadinya keluar modal asing. Jadi kita perlu tetap menjaga bagaimana iklim ekonomi dan investasi tetap kondusif seperti itu,” kata Heri.

Kemudian, lanjut Heri, penutupan Selat Hormuz bakal menyebabkan terjadinya inflasi dan krisis fiskal. Menurutnya, hal ini bisa mengancam kenaikan harga barang impor.

“Karena adanya depresiasi dan gangguan rantai pasok tentunya akan menimbulkan inflasi yang tinggi. Akibatnya anggaran negara berpotensi akan tertekan akibat kenaikan belanja pertahanan dan subsidi, terutama di negara-negara yang terlibat secara langsung,” tutup Heri.

Dalam perang Iran-Israel sempat muncul isu Iran akan menutup Selat Hormuz sebagai aksi balasan.

Secara geografis, Selat Hormuz memang berada di antara dua negara. Iran di utara, Oman di selatan. Jalur pelayaran utama justru melewati laut teritorial mereka berdua. 


Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya