Berita

Ilustrasi/RMOL via AI

Bisnis

Industri Penerbangan Diminta Waspadai Kelompok Peretas Scattered Spider

SABTU, 28 JUNI 2025 | 11:04 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dunia penerbangan diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kelompok peretas bernama Scattered Spider, yang diduga sedang mengincar industri ini.

Peringatan ini disampaikan Sam Rubin, eksekutif dari perusahaan keamanan siber Unit 42 milik Palo Alto Networks, dalam unggahan di LinkedIn pada Jumat, 27 Juni 2025. Ia mengatakan bahwa timnya telah mengamati aktivitas kelompok peretas bernama Muddled Libra, yang juga dikenal sebagai Scattered Spider, yang menargetkan perusahaan penerbangan.

"Organisasi harus waspada terhadap serangan rekayasa sosial yang sangat canggih, termasuk permintaan mencurigakan untuk mereset sistem otentikasi ganda (MFA)," tulis Rubin, dikutip dari Reuters.


Senada dengan itu, Charles Carmakal dari Mandiant (unit keamanan siber milik Google) juga mengatakan bahwa pihaknya mencatat beberapa serangan terhadap sektor penerbangan dan transportasi, yang menunjukkan pola serupa dengan kelompok peretas bernama UNC3944 atau Scattered Spider.

Namun, belum ada nama perusahaan yang secara resmi disebut sebagai korban. Meski begitu, Hawaiian Airlines milik Alaska Air Group dan maskapai asal Kanada, WestJet, baru-baru ini mengaku mengalami serangan siber, meskipun mereka tidak memberikan rincian atau menyebut pelaku.

Scattered Spider dikenal sebagai kelompok peretas yang tidak terorganisir secara ketat namun sangat agresif. Mereka diyakini berisi anggota muda dari negara-negara Barat dan telah terlibat dalam sejumlah serangan besar di AS dan Eropa.

Pada tahun 2023, kelompok ini berhasil membobol dua perusahaan kasino raksasa seperti MGM Resorts dan Caesars Entertainment yang mengakibatkan beberapa kasino lumpuh dan mesin slot tak bisa digunakan.

Awal 2025, kelompok ini juga menyebabkan kekacauan di beberapa perusahaan ritel di Inggris. Kini, mereka disebut-sebut kembali aktif dan menargetkan industri penerbangan di Amerika Serikat.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Jangkau Jutaan Rakyat, Pelaksanaan Program Prabowo Harus Terus Dijaga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:18

PT Timah Amankan Fasilitas Kredit Rp4 Triliun dari Bank Mandiri

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:10

Kadin Dukung Opsi Bahlil Setop Ekspor Gas ke Negara Tetangga

Kamis, 22 Oktober 2026 | 22:00

Natalius Pigai: HAM Terus Lahir dalam Relasi Sosial di Desa dan Kampung

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:45

Api Gunung Lawu Belum Padam, 500 Hektare Lahan Terbakar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:39

OJK Salurkan Kredit Rp53 Triliun ke 2.100 Penerima dalam 3 Bulan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:29

Kabut Asap Makin Mengkhawatirkan, 333 Ribu Warga Terserang ISPA

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:08

Pengamat: Aksi Korporasi Haji Isam Akuisisi Saham BYAN Sejalan Konstitusi

Kamis, 22 Oktober 2026 | 21:04

KPK Dalami Keterlibatan Pejabat Kementerian PU dalam Kasus BBPJN Sumut

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:47

Semangat Sinergi untuk Keadilan Warnai Rangkaian Hari Bakti ke-2 Kemenko Kumham Imipas

Kamis, 22 Oktober 2026 | 20:41

Selengkapnya