Berita

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump/Net

Dunia

Donald Trump Ngamuk dan Somasi Media Massa

JUMAT, 27 JUNI 2025 | 23:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump melayangkan surat somasi kepada dua media raksasa AS, CNN dan The New York Times, buntut pemberitaan soal serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Mengutip CNN pada Jumat 27 Juni 2025, Trump telah meminta tim hukumnya untuk mengirimkan surat somasi yang menuntut pencabutan berita terkait perang Israel-Iran, khususnya laporan intelijen AS yang menyebut serangan pada 22 Juni lalu tidak berhasil menghancurkan inti program nuklir Iran seperti yang diklaim Trump.

Di mana laporan yang dimuat CNN dan The New York Times pada 24 Juni menyebut bahwa penilaian awal Komando Pusat AS (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa serangan AS gagal menghancurkan fasilitas nuklir Iran.


Laporan intelijen itu sendiri sudah dikonfirmasi oleh sejumlah pejabat pemerintah AS. Kendati begitu, mereka menyebut informasi intelijen tersebut tidak begitu meyakinkan dan menduga kebocoran informasi itu sengaja dilakukan untuk mengolok Trump.

Dalam somasi tersebut Trump juga akan meminta agar para pembocor informasi intelijen diproses secara hukum. Bahkan pada Rabu 25 Juni 2025, Trump mendesak pemecatan jurnalis dari dua media tersebut.

Sebelumnya, melalui unggahan di Truth Social, Trump telah menuduh kedua media besar itu menyebarkan berita palsu. Dalam unggahannya, Trump yang murka mengatakan CNN dan New York Times akan hancur.

“Berita palsu CNN, bersama dengan New York Times yang di ambang kebangkrutan, (kami) telah menyerang salah satu serangan militer paling sukses dalam sejarah,” katanya.

“Situs nuklir di Iran hancur total. Times dan CNN akan dihancurkan oleh publik,” tambahnya.

Namun, CNN serta The New York Times menolak tunduk atas somasi tersebut. Jurubicara CNN menegaskan pihaknya mendukung penuh para jurnalisnya dan laporan yang mereka buat semata-mata demi kepentingan publik.

Senada, pengacara The New York Times, David E. McCraw juga menekankan bahwa masyarakat Amerika memiliki hak untuk mengetahui bagaimana uang mereka digunakan, terutama dalam kebijakan luar negeri yang berdampak luas.

“Publik Amerika punya hak untuk mengetahui apakah serangan (AS) terhadap Iran, yang didanai oleh uang para pembayar pajak dan berdampak besar bagi setiap warga negara, berhasil atau tidak," tulis McCraw dalam pernyataannya.

"Kita mengandalkan badan intelijen kita untuk memberikan penilaian yang tidak memihak dan kita butuhkan dalam demokrasi untuk menilai kebijakan luar negeri negara kita dan kualitas keputusan para pemimpin kita," lanjutnya.

McCraw menambahkan, The New York Times tidak akan mencabut artikel yang telah dipublikasikan dan tidak akan meminta maaf atas laporan yang akurat. Ia bahkan menyindir langkah Trump sebagai bentuk penyalahgunaan kekuasaan.

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya