Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Istana Kepresidenan, Jakarta/RMOL

Bisnis

Airlangga Beberkan Progres Negosiasi Tarif AS

JUMAT, 27 JUNI 2025 | 20:11 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengungkapkan perkembangan terbaru dalam negosiasi perdagangan antara Indonesia dan Amerika Serikat (AS), khususnya terkait penghapusan hambatan tarif dan non-tarif.

Menurut Airlangga, Indonesia telah mengajukan penawaran terbaik sebagai bentuk keseriusan dalam proses negosiasi. 

Sejumlah permintaan dari pihak AS, kata Airlangga, juga telah diberikan oleh Indonesia, baik yang menyangkut tarif, hambatan non-tarif maupun aspek komersial.


"Negosiasi tarif kita kan sudah menyampaikan Indonesia second best offer. Dan beberapa permintaan Amerika itu sebagian sudah kita berikan," ujar Airlangga kepada wartawan di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat 27 Juni 2025.

Ia menambahkan, pemerintah AS melalui Menteri Keuangan Janet Yellen bahkan telah menyampaikan apresiasi terhadap langkah yang diambil Indonesia. 

Meski demikian, keputusan akhir masih akan ditentukan oleh tim ekonomi AS yang terdiri dari United States Trade Representative (USTR), Menteri Perdagangan, dan Menteri Keuangan.

Airlangga juga menyebut proses negosiasi tersebut bersifat dinamis, mengingat banyak negara turut menyampaikan usulan serupa kepada pemerintah AS.

"Setiap hari ada perubahan karena ada negara lain mengusulkan apa. Nanti negara lain mengusulkan apa, mereka tanya Indonesia kok nggak usulin, atau yang Indonesia usulkan, negara lain nggak usulkan, ditukar-tukar," tandasnya.

Sebelumnya, Airlangga mengatakan bahwa dalam setiap pembahasan, Indonesia selalu mengedepankan kepentingan nasional dan berkomitmen menyelesaikan perundingan secara konkret dan strategis.

“Nah tentu dalam pembahasan dengan AS, Indonesia selalu mengedepankan kepentingan nasional dan melakukan upaya-upaya konkret agar penyelesaian perundingan ini Indonesia menjadi satu dari 18 negara yang diperkirakan dokumennya sudah lebih maju,” katanya pada awal Juni 2025.

Ia berharap hasil akhir dari perundingan ini dapat memberikan dampak optimal bagi perluasan akses ekspor Indonesia ke pasar global, khususnya ke AS.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

UPDATE

Bos Danantara Ungkap Proses Pangkas BUMN Tak Mudah

Rabu, 07 Oktober 2026 | 12:11

Hingga Siang Nusron Belum Hadir, KPK Masih Menunggu

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:53

PJBS Direvisi, Porsi Saham Bayan Resources yang Dibeli Haji Isam Bertambah Jadi 10,08 Miliar

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:44

Nasib Gibran Kini Tergantung Prabowo

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:37

Empat WNI Pulang ke Tanah Air usai Enam Bulan Disandera Bajak Laut Somalia

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

PDIP: Kebohongan Gibran Lulus SMA Sederajat Tercatat dalam Putusan Negara!

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:31

Putusan MK soal Gibran Buka Perdebatan Demokrasi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:21

DPR Minta Pemerintah Percepat Huntara bagi Korban Gempa Flores

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:19

Rita Widyasari Kembali Diperiksa KPK

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:17

Badai Dekati Amerika, Harga Minyak Naik Lagi

Rabu, 07 Oktober 2026 | 11:01

Selengkapnya