Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

The Fed Tertekan, Dolar AS Makin Ambruk

JUMAT, 27 JUNI 2025 | 08:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Dolar Amerika Serikat (AS) yang telah terpukul semakin terjerembab. 

Investor seolah tidak ingin membuang waktu untuk mendorong Dolar AS ke level terendah dalam tiga tahun, setelah Presiden AS Donald Trump kembali melontarkan serangan kepada Federal Reserve (The Fed).

Trump menyebut Kepala The Fed Jerome Powell sangat "mengerikan" karena belum juga menurunkan suku bunga saat ini. Trump pun mengatakan ia berencana memilih kepala The Fed berikutnya. Bahkan, Trump bilang ia sudah punya calon. 


Indeks Dolar AS (DXY) yang mengukur greenback terhadap sekeranjang mata uang utama,  turun hampir 0,5 persen pada penutupan perdagangan Kamis 26 Juni 2025 waktu AS, seperti laporan Reuters. 

Jika tetap seperti itu dalam beberapa hari ke depan, itu akan menjadi penurunan terbesar dalam paruh pertama tahun ini sejak dimulainya era mata uang mengambang bebas pada awal tahun 1970-an. 

Analis mengatakan, hal yang mencolok pada tren Dolar AS dalam enam minggu terakhir adalah bahwa di hampir semua rezim pasar, Dolar AS berjuang untuk terapresiasi. 

"Tampaknya Dolar mengalami penurunan struktural," ujar Michael Metcalfe dari State Street. 

Investor sekarang bersikap paling negatif terhadap Dolar AS - atau "underweight" dalam istilah perbankan - sejak pandemi Covid lalu.

Euro menguat 0,51 persen menjadi 1,1719 Dolar AS dan mencapai 1,1744 Dolar AS, level tertinggi sejak September 2021.

Poundsterling juga menguat 0,62 persen menjadi 1,3748 dan menyentuh 1,3770 Dolar AS, tertinggi sejak Oktober 2021.

Franc Swiss mencapai level puncak sepuluh setengah tahun di 0,799 per Dolar AS. 

Dolar AS melemah 0,72 persen menjadi 144,2 terhadap Yen Jepang.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

UPDATE

Tanpa Rompi dan Borgol Saat Ditahan, DPP IMM Minta Kejagung Tak Istimewakan Febrie

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:43

Belum Sebulan IPO, Direktur RANS Tiba-tiba Mundur

Sabtu, 25 Juli 2026 | 17:30

Revitalisasi Pengurus AMPI Perkuat Konsolidasi Organisasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:26

Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong, KPK Geledah Kediaman Kadis PUPR Bengkulu

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:09

Zulhas: Swasembada Pangan Bukan Sekadar Ekonomi, tapi Kehormatan Bangsa

Sabtu, 25 Juli 2026 | 16:07

PDIP Jatim Hadirkan RedTalks, Wadah Masyarakat Sampaikan Aspirasi

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:54

Sekolah Nasional Terintegrasi: Resep Medis Kuratif Pendidikan dan Kesehatan Anak

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:39

Tak Pakai Borgol dan Rompi, PB PMII: Febrie Adriansyah Cetak Sejarah

Sabtu, 25 Juli 2026 | 15:35

TB Hasanuddin: Jangan Akali Putusan MK dengan Bebani Pelanggan

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:59

Lodewijk: Ancaman Indonesia Kini Bukan Hanya Perang, tapi Ekonomi hingga Iklim

Sabtu, 25 Juli 2026 | 14:49

Selengkapnya