Berita

Penandatangan Rencana Aksi Bersama yang berlangsung di Rabat pada Selasa waktu setempat, 24 Juni 2025/Ist

Global

Kepolisian Maroko-Prancis Teken Kerja Sama Perangi Kejahatan Terorganisasi

RABU, 25 JUNI 2025 | 16:55 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Kepolisian Maroko dan Prancis resmi memperkuat kerja sama bilateral di bidang keamanan melalui penandatanganan Rencana Aksi Bersama yang berlangsung di Rabat pada Selasa waktu setempat, 24 Juni 2025.

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Jenderal Keamanan Nasional dan Pengawasan Teritorial Maroko, Abdellatif Hammouchi, bersama dengan Louis Laugier, Direktur Jenderal Kepolisian Nasional Prancis.

Acara turut dihadiri oleh Duta Besar Prancis untuk Maroko, Christophe Lecourtier, dan delegasi keamanan tinggi dari Prancis. 


Rencana aksi tersebut dirancang sebagai peta jalan strategis untuk memperkuat kerja sama dalam memerangi kejahatan terorganisasi lintas negara, mempercepat pelacakan buronan internasional, serta meningkatkan pertukaran informasi dan pelatihan bersama.

“Rencana bersama ini membuka prospek yang menjanjikan bagi kerja sama keamanan dan bantuan timbal balik antara kepolisian Kerajaan Maroko dan Republik Prancis,” demikian pernyataan resmi dari Klaster DGSN-DGST.

Dalam kesempatan tersebut, Laugier menyampaikan apresiasi atas kontribusi besar pihak keamanan Maroko terhadap stabilitas regional dan kerja sama strategis dengan aparat hukum Prancis.

“Kami menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada kepolisian nasional Maroko atas peran penting mereka dalam membantu memerangi ancaman teroris dan mendukung sistem peradilan Prancis, termasuk dalam penyelenggaraan Olimpiade Paris,” ujar Laugier.

Sebagai bentuk penghargaan atas peran strategisnya, pemerintah Prancis menganugerahkan Lencana Perwira Legiun Kehormatan kepada Hammouchi. 

Penghargaan ini diserahkan langsung oleh Duta Besar Lecourtier, sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memerangi terorisme dan kejahatan terorganisasi.

Selama pertemuan tersebut, kedua belah pihak juga menggelar pembicaraan mendalam mengenai tantangan keamanan global, eksplorasi mekanisme bantuan baru, serta penilaian atas kemitraan operasional yang telah terjalin selama puluhan tahun. 

Fokus utama adalah memastikan kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi risiko-risiko keamanan yang berkembang.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Keempat Kalinya Indonesia Jadi Tuan Rumah PENSA 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:25

OMC Bantu Sejukkan Jakarta

Minggu, 25 Oktober 2026 | 00:02

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

TVRI dan PIM Jajaki Kolaborasi Angkat Kiprah Perempuan Indonesia

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:23

KNMP Kota Sorong Buka Peluang Pasar bagi Nelayan Lokal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:00

Modal Asing Kabur Imbas Sentimen MSCI, BI Jamin Likuiditas Rupiah Memadai

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:44

Kapal Asal Malaysia Bawa 1,16 Ton Ketamin, Dasco Tegaskan Jaga Generasi Muda

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 22:16

BSI Himpun Dana Tabungan Haji Rp18 Triliun, Nasabah Gen Z Naik 30 Persen

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:15

Wilayah Berdekatan, Mengapa Jakarta Lebih Panas Saat Bogor Masih Diguyur Hujan?

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 21:03

KemenHAM Tampilkan Peta Pemenuhan Hak Dasar Hingga Tingkat Desa Berbasis Digital

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 18:35

Selengkapnya