Berita

Encep Nurjaman alias Riduan Isamuddin alias Hambali/Istimewa

Politik

Ancaman Bom di Pesawat Haji Diyakini Tak Terkait Hambali

RABU, 25 JUNI 2025 | 12:37 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ancaman bom terhadap dua penerbangan haji Saudi Airlines yang terjadi pekan lalu tidak memiliki kaitan dengan Hambali alias Encep Nurjaman, bekas anggota Jamaah Islamiyah (JI) yang kini ditahan di penjara militer Amerika Serikat di Guantanamo Bay, Kuba. 

Hal ini ditegaskan oleh pengamat intelijen, Ridlwan Habib, saat menjadi narasumber dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Rabu 25 Juni 2025.

“Saya kira tidak ada hubungannya dengan Hambali. Analisa awal justru mengarah pada proxy war antara India dan Pakistan, yang saat ini sedang menjalani silent war,” ujar Ridlwan.


Menurut Ridlwan, indikasi ini muncul karena jejak digital kedua ancaman bom memiliki keterkaitan dengan wilayah India. Salah satu ancaman dikirim melalui email ke kantor Saudi Airlines di Malaysia, sementara ancaman kedua ditransmisikan melalui VPN radio yang terdeteksi berasal dari Mumbai, India.

“Lalu orang bisa bertanya, kan bisa saja itu orang mau fitnah India? Pelaku ingin memfitnah India supaya kelihatan India berada di balik insiden ini? Mungkin saja,” jelasnya.

Kasus ini kini tengah diselidiki oleh Densus 88 Antiteror Polri dengan bantuan dari FBI. Keterlibatan lembaga investigasi Amerika diperlukan karena pelaku berada di luar negeri dan infrastruktur komunikasi yang digunakan, seperti server email, berbasis di Amerika Serikat.

“Kenapa harus FBI? Karena salah satunya mereka punya perangkat yang lebih advance dan salah satunya juga transmisi emailnya yang kami dengar menggunakan satu web server email yang pusatnya di Amerika Serikat," tandas Ridlwan.

Sementara itu, Pemerintah Indonesia telah menegaskan tidak akan menerima Hambali kembali ke Tanah Air jika ia dibebaskan dari Guantanamo. Hambali diketahui merupakan otak di balik sejumlah aksi teror, termasuk Bom Bali 2002, dan dinilai tetap berisiko tinggi terhadap keamanan nasional.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Anies dan KDM Bisa Wassalam Jika Wacana Dua Fraksi untuk Capres Diterapkan

Senin, 21 September 2026 | 16:22

Keluarga Ikhlas Namun Masih Berharap Lima Wartawan yang Hilang Bisa Pulang

Senin, 21 September 2026 | 16:01

Begini Respons Nusron Ditanya Alasan Mundur dari Kepengurusan Golkar

Senin, 21 September 2026 | 15:53

Turki Siap Kirim Bantuan Militer ke Arab Saudi Jika Terdesak

Senin, 21 September 2026 | 15:47

Bupati Bolmut Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Senin, 21 September 2026 | 15:41

Menkop Dorong Koperasi Sawit Miliki Pabrik CPO Sendiri

Senin, 21 September 2026 | 15:15

Lima Wartawan Hilang saat Liput Anak Krakatau Jadi Pahlawan Pers

Senin, 21 September 2026 | 15:07

Arab Saudi Gempur Yaman 760 Kali, Houthi Ancam Balas Lebih Keras

Senin, 21 September 2026 | 14:56

Dukung Prabowo Kuatkan Sanksi Pelaku Karhutla

Senin, 21 September 2026 | 14:50

Jangan Ukur Keberhasilan Pariwisata Hanya dari Jumlah Wisatawan

Senin, 21 September 2026 | 14:40

Selengkapnya