Berita

Ilustrasi/RMOL

Politik

Gencatan Senjata Ala Trump Bikin Ekonomi Adem, Tapi….

SELASA, 24 JUNI 2025 | 19:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Rencana gencatan senjata antara Iran dan Israel yang dimediasi Amerika Serikat (AS) dinilai sebagai langkah positif untuk meredakan pasar, namun dinilai belum menyentuh akar persoalan.

Ekonom Universitas Paramadina, Wijayanto Samirin, menilai bahwa gencatan senjata tersebut hanya memberikan efek jangka pendek bagi ekonomi dunia.

“Gencatan senjata sangat membantu mendinginkan suasana, bagus bagi ekonomi dunia. Tapi yang penting, perlu solusi struktural dan permanen, bukan ad hoc seperti yang diungkap Presiden Donald Trump,” kata Wijayanto kepada RMOL, Selasa 24 Juni 2025.


Ia mengingatkan bahwa kebijakan luar negeri Trump kerap berubah-ubah dan tidak bisa dijadikan patokan yang stabil.

“Kita tetap harus antisipatif jika dinamika naik lagi,karena Trump spontan, mudah berubah, dan tidak konsisten. Trump seperti anak tantrum,” tegasnya.

Untuk itu, Wijayanto mendorong agar pemerintah Indonesia tidak terpaku pada dinamika geopolitik, melainkan memperkuat strategi energi nasional untuk mengantisipasi gejolak yang akan datang.

“Pemerintah perlu mendorong penuh energy sovereignty kita. Perlu diversifikasi sumber impor minyak dan gas, juga mempercepat transisi menuju energi baru terbarukan (EBT),” tandasnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya