Berita

Anggota Badan Pelaksana BPKH RI, Harry Alexander/RMOL

Politik

Buku Panduan Haji Ramah Lingkungan di Tengah Krisis Iklim Diluncurkan

SELASA, 24 JUNI 2025 | 02:33 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bersama Majelis Lingkungan Hidup Pimpinan Pusat Muhammadiyah meluncurkan buku panduan ibadah haji ramah lingkungan “Responsible Green Hajj”.

Peluncuran buku ini menjadi respon atas ancaman perubahan iklim yang semakin nyata di Tanah Suci.

Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Azrul Tanjung mengatakan, banyaknya jumlah jemaah haji Indonesia menjadi upaya besar untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan hidup sejak tahap awal keberangkatan.


“Karena haji kita jumlahnya sangat besar, 250 ribu orang, membangun kesadaran bagaimana ke depan aspek-aspek lingkungan itu betul-betul harus diperhatikan, mulai dari awal berangkat (haji) penggunaan alat-alat makan sebaik mungkin, sebisa mungkin kita gunakan yang bisa berulang-ulang dipakai (agar ramah lingkungan),” kata Azrul dalam peluncuran buku tersebut, di Muamalat Tower, Jakarta, Senin 23 Juni 2025.

Sementara Anggota Badan Pelaksana BPKH RI, Harry Alexander, mengatakan, inisiatif ini sekaligus menjadi momentum untuk mengubah paradigma ibadah haji yang selama ini dianggap eksploitatif dan kurang peduli lingkungan, menjadi lebih bertanggung jawab terhadap bumi dan generasi mendatang.

"Nah, kebetulan puncak hari bumi, setelah wukuf di Arofah. Sehingga inilah kita kemudian memunculkan isu green haji. Bahwa haji juga bisa menjadi puncak dari penyelamatan bumi kita," ujar Harry.

Adapun dalam buku ini terdapat sejumlah panduan praktis dan spiritual bagi jemaah, mulai dari cara mengelola sampah, menghemat air wudhu, konsumsi yang bertanggung jawab, penggunaan kain ihram organik, hingga langkah-langkah mengurangi emisi karbon selama dan setelah pelaksanaan haji. 

Menurutnya, dalam beberapa tahun terakhir, pelaksanaan haji menghadapi tantangan berat akibat krisis iklim. Suhu ekstrem di Arab Saudi, yang semakin meningkat tiap tahunnya telah menyebabkan banyak kasus heat stroke di kalangan jemaah. 

Fenomena ini, kata Harry, membuat pendekatan Green Hajj menjadi sangat relevan dan mendesak. Ia menyoroti pentingnya membangun kesadaran lingkungan, khususnya di kalangan jemaah haji generasi muda. 

“Kami juga mencermati tren generasi jamaah haji di masa depan. Gen Z dan Milenial, yang jumlahnya signifikan dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keberlanjutan telah menjadi kekuatan utama dalam mendorong transformasi ini,”kata Harry.

Ia menambahkan, salah satu upaya nyata yang sedang digencarkan adalah program wakaf pohon, di mana jemaah haji diajak menyumbangkan pohon sebagai bentuk kontribusi ekologis. Hal ini, katanya bisa menjadi sinyal kuat bahwa sektor keuangan syariah bisa menjadi motor penggerak transformasi hijau.

"Kami meyakini karena BPKH ini lembaga keuangan, kalau BPKH dan perbankan syariah sudah turun, maka the driver itu adalah financial institution. Karena kita tahu selama ini isu lingkungan selalu kalah dengan isu pembangunan ekonomi," kata Harry.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh stakeholder, termasuk ormas Islam besar seperti NU dan Muhammadiyah, serta pesantren, untuk turut mengambil peran dalam gerakan ini. 

Dengan potensi sekitar 17 juta calon jemaah haji yang memenuhi syarat secara kesehatan dan finansial, ia meyakini gerakan Green Hajj bisa menjadi kekuatan besar dalam mendorong gaya hidup berkelanjutan berbasis nilai keislaman.

"Sehingga kita mendorong emisi, kita menerangkan jemaah haji, dan kami minta tolong para perbankan syariah yang hadir di sini, mohon kita merespon semua isu-isu genetik dengan baik," tutupnya.




Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

UPDATE

Dialog BEM di Makassar: Gerakan Mahasiswa Harus Independen dan Berbasis Data

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:17

DPR Apresiasi Perbaikan Haji di Era Prabowo, Antrean Jemaah Turun Jadi 26 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 | 20:14

KPK Soroti Nama Besar yang Muncul dalam Persidangan Kasus Bea Cukai

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:59

Polri Serius Garap Universitas Kepolisian yang Bisa Diakses Masyarakat Umum

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:42

Tiyo Ardianto dan Tradisi Panjang Anak Rakyat dalam Sejarah Pergerakan Indonesia

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:33

RUU Perkoperasian Buka Jalan Koperasi Jadi Soko Guru Perekonomian

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:25

Masyarakat Kemuning Ngadu ke BAM DPR soal Klaim Kawasan Hutan

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:21

FPHI Ultimatum OJK, Minta Kejelasan Laporan Keuangan Danantara

Rabu, 17 Juni 2026 | 19:10

KPK Tagih Perbaikan Sistem MBG di Era Kepala BGN Baru

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:56

Kinerja Bertumbuh, Pelindo Setor Rp7,81 Triliun kepada Negara

Rabu, 17 Juni 2026 | 18:50

Selengkapnya