Berita

Program School of Political Leadership for Local Leaders DEEP Indonesia, berkolaborasi dengan Rumah Perubahan pada 19–20 Juni 2025/Ist

Politik

DEEP Bikin Sekolah Politik Jawab Krisis Tata Kelola Pemerintahan

SENIN, 23 JUNI 2025 | 14:34 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Tata kelola pemerintahan pasca-pelaksanaan pemilihan umum (Pemilu) dan pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak 2024, menjadi satu fokus Democracy and Election Empowerment Partnership (DEEP) Indonesia.

Direktur DEEP Indonesia, Neni Nur Hayati menjelaskan, pihaknya membuat program School of Political Leadership for Local Leaders, berkolaborasi dengan Rumah Perubahan, pada 19–20 Juni 2025.

Dalam kegiatan pertama tersebut, DEEP Indonesia mengusung tema "Menjawab Krisis Tata Kelola Pemerintahan: Membangun Kepemimpinan Daerah yang Adaptif, Transparan, Akuntabel dan Berorientasi Hasil”, dan menghadirkan seorang kepala daerah yang terpilih pada Pilkada Serentak 2024 kemarin.


"Ini bukan sekadar pelatihan, tetapi proses upgrading pemimpin daerah agar siap menghadapi era digital, tekanan publik, dan krisis kepercayaan terhadap birokrasi," ujar Neni dalam keterangan tertulisnya, Senin, 23 Juni 2025.

Dia menyebutkan, salah satu kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024 yang dihadirkan dalam kegiatan pertamanya tersebut, ialah  Bupati Lamongan, Yuhronur Efendi.

Menurut Neni, tata kelola pemerintahan daerah di Lamongan menghadapi tantangan yang tidak mudah, untuk bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Kita ingin mendorong agar Lamongan naik kelas, bukan hanya dalam hal infrastruktur dan ekonomi, tapi juga dalam pola pikir kepemimpinan dan tata kelola pemerintahannya," tuturnya.

Neni memandang, tata kelola pemerintahan daerah setidaknya harus bisa menghadapi sejumlah aspek tantangan yang muncul di saat sekarang ini, dan bersinggungan dengan kepemimpinan dari kepala daerah itu sendiri.

"Transformasi itu harus dimulai dari diri, dari budaya organisasi, dan dari keberanian mengambil keputusan yang berdampak,” tuturnya.

Neni pun berharap, melalui ‘School of Political Leadership’ menjadi pemantik lahirnya pemimpin daerah yang lebih siap menghadapi tantangan digitalisasi, krisis legitimasi publik, dan kebutuhan inovasi dalam pelayanan masyarakat.

"School of Political Leadership adalah bentuk ikhtiar kolektif agar pemerintahan daerah tidak hanya adaptif, tapi juga berintegritas dan berdampak langsung bagi rakyat," harapnya.

Dalam kegiatan itu, Bupati Lamongan juga mengungkapkan sejumlah persoalan yang tengah marak di era disrupsi digital saat ini, dan berkaitan erat dengan tata kelola pemerintahan.

"Kita perlu waspada terhadap fenomena buzzer yang justru merusak ruang demokrasi. Pemerintah daerah harus hadir bukan hanya sebagai pelayan publik, tapi juga penjaga kualitas demokrasi di tingkat lokal," urainya.

Founder Rumah Perubahan yang juga Guru Besar Universitas Indonesia, Prof. Rhenald Kasali, saat menyampaikan keynote speech-nya dalam acara itu menekankan perihal pentingnya kualitas pemimpin dalam mengelola pemerintahan.

"Pemimpin daerah harus memahami algoritma sosial, pola perubahan publik, dan logika digital governance jika ingin tetap relevan dan dipercaya," tambah Prof. Rhenald.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya