Berita

Kapal Induk Amerika Serikat, USS Nimitz/Net

Pertahanan

TNI AL Beberkan Alasan Kapal USS Nimitz Melintas di Perairan Aceh

SABTU, 21 JUNI 2025 | 23:46 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

TNI Angkatan Laut (AL) menjelaskan status kapal induk milik Amerika Serikat, USS Nimitz yang melintasi perairan Indonesia melalui Selat Malaka pada 17 Juni 2025.

"Status Selat Malaka adalah 'strait used for international navigation', artinya Selat Malaka memiliki status sebagai perairan yang digunakan untuk pelayaran internasional," kata Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal), Laksamana Pertama Tunggul, dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Sabtu, 21 Juni 2025.

Lanjut Laksma Tunggul, USS Nimitz terpantau terakhir mengaktifkan transponder di posisi utara Belawan pada 3 hari yang lalu atau 17 Juni 2025 pukul 02.03 GMT (pukul 09.03 WIB).


Kapal induk ini terdeteksi berada di perairan antara Indonesia dan Malaysia mengikuti jalur 313 derajat dengan kecepatan 19 knot. 

Tujuan kapal induk AS tersebut tidak disebutkan dalam sistem Marine Vessel Traffic. Namun dilihat dari arah pergerakannya, USS Nimitz diperkirakan sedang menuju Teluk Persia.

Karena berada di wilayah perairan internasional, berlaku hak lintas damai sesuai dengan UNCLOS 82, dan history track USS Nimitz terpantau mulai dari Laut Natuna Utara.

"TNI AL pun terus melaksanakan pemantauan baik menggunakan sistem surveillance maupun unsur-unsur patroli terhadap seluruh kapal yang melintas di perairan Selat Malaka," pungkas Laksma Tunggul.

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya