Berita

Momen Paspampres meringkus tiga kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Blitar, Jawa Timur/Ist

Politik

PB PMII Heran Gibran Pakai Cara Represif Tanggapi Aksi di Blitar

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 19:40 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) merespon upaya represif pasukan pengamanan presiden (Paspampres) yang mengawal Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, merespon aksi sejumlah kadernya di Blitar.

Hal itu disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar (Ketum PB) PMII, Mohammad Shofiyulloh Cokro, saat dihubungi Kantor Berita Ekonomi dan Politik RMOL, Kamis, 19 Juni 2025.

Dia menjelaskan, aksi 3 kader PMII Blitar merupakan bentuk aspirasi dari masyarakat yang seharusnya direspon positif oleh Gibran, bukan justru ditanggapi dengan aksi represif.


"Yang jelas, yang dilakukan oleh 3 orang itu adalah amanat dari warga atau masyarakat yang ingin mengingatkan bentuk cinta kasih kepada pimpinannya," ujar dia.

Sosok yang karib disapa Gus Shofi itu menjelaskan, muatan aksi dari 3 kadernya saat Gibran dan iring-iringannya melewati jalan di Blitar, bukan mendorong pemakzulan Wapres.

"Yang diingatkan kan bagian dari apa yang sudah pernah disampaikan, dalam konteks ini kan Mas Wapres diingatkan kembali, bahwa dalam politik kita semuanya juga mengetahui kalau politik dinasti itu berbahaya," urai Gus Shofi.

"Itu kan diingatkan sama masyarakat, sebagai bentuk cinta kasih kayak gitu. kenapa justru penerimaannya seperti itu?" sambungnya keheranan. 

Berdasarkan video yang beredar, 3 mahasiswa yang merupakan kader PMII, membantangkan sejumlah poster saat iring-iringan Gibran dalam rangka kunjungan kerja ke Blitar. 

Spanduk yang dibentangkan bertuliskan, "Dinasti tiada henti", "Omon-omon 19 juta lapangan kerja", dan "Semangat terus bualan Mas Wapres Gibran". 

Akibat dari aksi itu, 3 kader PMII Blitar yang membentangkan poster-poster itu diringkus Paspampres, dan sempat ada aksi pukul oleh seorang Paspampres terhadap satu orang kader PMII Blitar.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya