Berita

Rini Soemarno dan Joko Widodo/Net

Politik

Kedekatan Rini Soemarno-Jokowi Kembali Diungkap Usai Kisruh Sidang Tom Lembong

KAMIS, 19 JUNI 2025 | 09:12 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Aksi walk out oleh tim kuasa hukum terdakwa mantan Menteri Perdagangan, Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada Selasa 17 Juni 2025, membuka cerita lama soal hubungan mantan Menteri BUMN Rini Soemarno bareng Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi.

Hal itu terungkap dalam dalam podcast Hersubeno Arief bersama wartawan senior FNN, Agi Betha yang dikutip RMOL pada Kamis 19 Juni 2025.

Agi mengatakan, Rini pada era Orde Baru dikenal sebagai wanita karir yang sukses. Di tahun 1989, dalam usia 32 tahun, Rini sudah dipercaya menjadi orang nomor satu di PT Astra. Sebuah perusahaan patungan Jepang-Indonesia yang bergerak di bidang otomotif.


Setelah Orde Baru tumbang, Rini berhasil merangsek masuk lingkaran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri hingga akhirnya menjadi Menteri Perdagangan dan Perindustrian.

"Sangat mengherankan, orang yang tumbuh di Orde Baru kemudian bisa langsung berubah 180 derajat dekat dengan orang-orang di era reformasi," kata Agi.

Namun sayangnya, saat Jokowi mulai berkuasa pada 2014, Rini mendadak meninggalkan Megawati yang sudah membesarkan namanya.

Di era Jokowi, Rini dipercaya memegang jabatan Menteri BUMN 
dalam Kabinet Kerja periode 2014-2019.

"Setelah itu (Rini Soemarno) disebut sebagai menteri kesayangan Presiden Jokowi," kata Agi.

"Bahkan (hubungan dekat Rini-Jokowi) pernah ditulis oleh wartawan senior almarhum Derek Manangka, mantan Pemred RCTI," sambungnya.

Agi menerangkan, tulisan Derek Manangka berjudul "Jokowi dan Rini, Tersandung "Love Affair?"" tayang di RMOL pada 27 Januari 2016
"Apa yang ditulis Derek sangat luar biasa," kata Agi.

Diketahui jalannya persidangan Tom Lembong diwarnai aksi walk out oleh tim kuasa hukum Tom Lembong.

Aksi tersebut dipicu oleh keputusan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang hanya membacakan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) saksi Rini Soemarno, mantan Menteri BUMN, tanpa menghadirkannya secara langsung ke persidangan.

Tim hukum Tom menyatakan kekecewaannya terhadap sikap JPU yang dinilai tidak sesuai dengan prinsip fair trial.

Mereka mempertanyakan mengapa saksi kunci sekelas Rini Soemarno tidak hadir secara langsung untuk memberikan kesaksian.

“Saya tidak punya banyak pengalaman dengan peradilan. Tapi saya tidak pernah dengar saksi itu boleh dihadirkan hanya melalui keterangan tertulis,” ujar Tom Lembong usai persidangan.

Menurut kuasa hukum, tindakan JPU ini memperburuk transparansi sidang dan menambah daftar kejanggalan dalam proses hukum yang sedang berjalan.




Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Kasus Bansos, Kabulog Jateng hingga Pejabat Pemkab Brebes dan Jember Diperiksa KPK

Rabu, 09 September 2026 | 14:28

Purbaya Bakal Tarik Dana Daerah yang Mengendap Rp100 Triliun di Bank

Rabu, 09 September 2026 | 14:26

Rumah Digeledah, Direktur PT CMC Diperiksa KPK Hari Ini

Rabu, 09 September 2026 | 14:06

Rugikan Negara Rp35,7 Miliar, KPK Panggil Direktur PT Brantas Abipraya

Rabu, 09 September 2026 | 13:49

Kata Bonjopi, Persib si Raja Comeback

Rabu, 09 September 2026 | 13:39

Punya 12 Pabrik Sawit, Legislator Nilai Sintang Cocok Jadi Basis Produksi B50

Rabu, 09 September 2026 | 13:29

Pakistan: Serangan Houthi ke Saudi Bisa Aktifkan Pakta Pertahanan Mekkah

Rabu, 09 September 2026 | 13:27

PISA 2025 Tak Banyak Bergerak, Indonesia Sedang Menormalisasi Krisis Pembelajaran

Rabu, 09 September 2026 | 13:02

Penyaluran B50 Tembus 3,4 Juta KL, 94 Persen SPBU Sudah Salurkan Biodiesel

Rabu, 09 September 2026 | 12:47

Tim SAR Diminta Maksimalkan Pencarian Lima Jurnalis Hilang Kontak di Anak Krakatau

Rabu, 09 September 2026 | 12:38

Selengkapnya