Berita

Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ipong Hembing Putra/Ist

Hukum

Ketum PITI: Keberanian Kejagung Usut Korupsi CPO Layak Ditiru Polri dan KPK

RABU, 18 JUNI 2025 | 15:13 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Kinerja Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam menangani kasus dugaan korupsi Crude Palm Oil (CPO) pantas diapresiasi. Terbaru, Kejagung menyita uang tunai Rp11,8 triliun yang dikembalikan Wilmar Grup.

“Kerja luar biasa Kejagung ini harus menjadi role model buat aparat penegak hukum lainnya seperti polisi, KPK, dan pengadilan agar Indonesia maju, rakyat makmur,” puji Ketua Umum Persaudaraan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ipong Hembing Putra, Rabu, 18 Juni 2025.

Meski demikian, Ipong berharap Kejagung tidak berpuas diri dalam menjalankan tugas, terlebih dalam hal memberantas korupsi.


Hal ini penting demi membantu Pemerintahan Prabowo-Gibran dalam memberikan kesejahteraan dan kemakmuran bagi rakyat Indonesia.

“Tak ada lagi main sandiwara atau akal-akalan dalam penegakan hukum. Cap jempol buat Kejagung, hebat. Aparat hukum lain harus bertindak sama seperti Kejagung, bisa mengembalikan aset negara di pemerintahan Prabowo,” katanya.

Baru-baru ini Kejagung menyita Rp11,8 triliun dari korporasi Wilmar Grup dalam kasus korupsi persetujuan ekspor CPO periode 2021-2022. Penyitaan ini dilakukan setelah 5 anak perusahaan Wilmar Grup mengembalikan kerugian negara, yakni PT Multimas Nabati Asahan, PT Multi Nabati Sulawesi, PT Sinar Alam Permai, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, dan PT Wilmar Nabati Indonesia.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

Ngobrol Serius Bareng Macron

Rabu, 15 April 2026 | 01:59

Diplomasi Konstruktif Diperlukan Buat Akhiri Perang di Selat Hormuz

Rabu, 15 April 2026 | 01:41

BGN Bantah Hapus Pemberian Susu dalam Program MBG

Rabu, 15 April 2026 | 01:13

Pujian Habiburokhman ke Polri soal Transparansi Sesuai Realitas

Rabu, 15 April 2026 | 00:58

Prabowo Disambut Pasukan Kehormatan saat Temui Macron di Istana Élysée

Rabu, 15 April 2026 | 00:35

Taman Sunyi: Sebuah Pembelaan atas Rumah-Rumah Fantasi

Rabu, 15 April 2026 | 00:06

Maruli Tuntut Yayasan Tanggung Biaya Perawatan Head Chef SPPG

Selasa, 14 April 2026 | 23:55

DPR Sambut Baik MDCP: Bisa Buka Kerja Sama Lain

Selasa, 14 April 2026 | 23:37

AFPI Buka Suara Usai Didenda KPPU: Kami Hanya Melindungi Konsumen

Selasa, 14 April 2026 | 23:12

Denda Rp755 Miliar ke Perusahaan Pinjol Menguak Borok Regulasi

Selasa, 14 April 2026 | 22:48

Selengkapnya