Berita

Ekonom legendaris Amerika Serikat (AS) dan mantan penasihat Presiden Ronald Reagan, Dr. Arthur B. Laffer dalam CNBC Economic Update 2025, di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Rabu 18 Juni 2025/RMOL

Bisnis

Ekonomi Indonesia Bisa Tumbuh 8 Persen, Asal Arah Kebijakan Pemerintah Tepat

RABU, 18 JUNI 2025 | 13:52 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Indonesia berpotensi mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen. Capaian ambisius tersebut ditentukan oleh arah dan kualitas kebijakan pemerintah.

Hal tersebut dikatakan ekonom legendaris Amerika Serikat (AS) dan mantan penasihat Presiden Ronald Reagan, Dr. Arthur B. Laffer dalam CNBC Economic Update 2025, di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Rabu 18 Juni 2025.

“Demi Tuhan, ini Indonesia. Anda memiliki populasi muda, terdidik, dan penuh semangat kewirausahaan. Tentu saja bisa (tumbuh 8 persen),” kata Laffer.


Menurutnya, Indonesia sudah memiliki modal dasar yang sangat kuat, yakni sumber daya manusia dari populasi usia produktif yang besar, serta kekayaan alam yang melimpah.

Namun, Laffer menegaskan bahwa pertumbuhan tinggi hanya bisa dicapai jika pemerintah mampu menciptakan kebijakan yang memberi insentif dan tidak membebani aktivitas ekonomi.

“Pertanyaannya adalah, apakah struktur pemerintahan akan berada dalam posisi yang memungkinkan Indonesia melesat ke langit? Anda tahu, orang-orang terbaik di dunia dengan kebijakan ekonomi yang buruk selalu gagal,” kata Laffer.

Ia menekankan, insentif adalah kunci utama dalam pertumbuhan tersebut. Ketika pajak diberlakukan secara berlebihan, kata Laffer, justru akan menurunkan produktivitas. Sebaliknya, insentif yang tepat akan mendorong pertumbuhan.

“Bahkan orang-orang terburuk di dunia, jika struktur insentifnya benar, mereka berhasil melampaui impian terliar mereka. Semuanya tentang insentif di sana,” tambahnya.

Laffer menyebut pentingnya peran pemerintah dalam memahami perannya dengan baik.

“Jika ini permainan kartu, tugas pemerintah bukan memberi Anda kartu bagus, tapi memastikan tidak ada yang curang. Pemerintah adalah wasit yang memungkinkan perekonomian berjalan sebagaimana mestinya,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya